BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 10:53 WIB

Respon Menteri Keuangan terhadap Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung: Antara Pengembangan Sosial dan Tantangan Finansial

Respon Menteri Keuangan terhadap Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung: Antara Pengembangan Sosial dan Tantangan FinansialRespon Menteri Keuangan terhadap Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung: Antara Pengembangan Sosial dan Tantangan Finansial

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penekanan Presiden Joko Widodo mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), yang menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya untuk keuntungan finansial.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial

Menurunnya pengaruh proyek ini di sekitar kawasan menjadi perhatian, dan Purbaya menggarisbawahi pentingnya pengembangan ekonomi di sepanjang jalur kereta.

Prioritas dalam Pengembangan Sosial

Dalam wawancara yang dilakukan di Menara Bank Mega, Jakarta, Purbaya menjelaskan, "(Pernyataan Jokowi) ada betulnya juga sedikit, karena kan Whoosh sebetulnya ada misi regional development juga." Hal ini mencerminkan niatan untuk meningkatkan daerah-daerah yang dilalui oleh kereta cepat.

Purbaya menekankan, "Mungkin di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh supaya ekonomi sekitar tumbuh itu harus dikembangkan ke depan." Pernyataan ini menegaskan komitmen untuk memastikan proyek ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Visi Jokowi dan Dampak Ekonomi

Presiden Jokowi sebelumnya mengungkapkan bahwa proyek Whoosh bukan semata-mata pencarian laba, melainkan merupakan investasi sosial jangka panjang. "Prinsip dasar transportasi massal itu layanan publik, bukan mencari laba," tegasnya saat berkunjung ke Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo.

Jokowi menambahkan bahwa keberadaan proyek kereta cepat ini merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang kronis di wilayah Jabodetabek dan Bandung, yang selama ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kerugian akibat kemacetan di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar Rp 65 triliun per tahun.

Tantangan Finansial Proyek Whoosh

Di tengah berbagai manfaat sosial yang ditawarkan, tantangan finansial dalam proyek ini tak bisa diabaikan. Total utang proyek Whoosh diperkirakan mencapai sekitar 7,27 miliar dollar AS, dengan 75 persen di antaranya dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank.

Purbaya menyatakan bahwa tanggung jawab terhadap utang proyek ini kini dialihkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). "Kan KCIC di bawah Danantara ya. Kalau di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri... Harusnya mereka manage (utang KCJB) dari situ," ujarnya.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Mendukung Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Respon Menteri Keuangan terhadap Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung: Antara Pengembangan Sosial dan Tantangan Finansial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!