BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 14:44 WIB

Suku Tengger: Membawa Tradisi di Tengah Modernisasi

Author

Suku Tengger: Membawa Tradisi di Tengah ModernisasiSuku Tengger: Membawa Tradisi di Tengah Modernisasi

Suku Tengger, yang mendiami kawasan lereng Gunung Bromo, dikenal memiliki warisan budaya yang kaya dan misterius. Mereka menjadi saksi bisu dari sejarah panjang peradaban Majapahit.

Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Keberhasilan masyarakat Tengger dalam mempertahankan tradisi dan ritual uniknya sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi peneliti dan wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang identitas mereka.

Asal Usul Suku Tengger

Asal-usul Suku Tengger dapat ditelusuri kembali ke kerajaan Majapahit yang berkuasa pada abad ke-13 hingga ke-16. Diceritakan bahwa mereka merupakan keturunan prajurit dan bangsawan yang melarikan diri ke pegunungan setelah kerajaan tersebut runtuh.

Nama 'Tengger' berasal dari seorang raja, Brawijaya V, yang berusaha melarikan diri namun gagal. Saat ini, Suku Tengger tinggal di empat daerah, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang, dengan populasi diperkirakan mencapai ribuan jiwa.

Masyarakat Tengger setia melestarikan tradisi dan adat yang mengombinasikan unsur-unsur Hindu dan Budha, meskipun mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam. Hal ini menunjukkan kuatnya komitmen mereka terhadap identitas budaya.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan

Budaya dan Tradisi Suku Tengger

Budaya Suku Tengger sangat dipengaruhi oleh tradisi Hindu, yang tercermin dalam berbagai ritual dan upacara, seperti Yadnya Kasada. Upacara ini diselenggarakan setiap tahun di puncak Gunung Bromo sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Hyang Widhi.

Suku Tengger juga melestarikan beragam seni dan kerajinan yang memperkuat identitas mereka, termasuk seni musik, tarian, dan kerajinan tangan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah tersebut.

Bahasa Tengger, yang memadukan unsur lokal dengan bahasa Jawa klasik, juga menjadi keunggulan budaya mereka. Pertuturan ini memberikan wawasan linguistik yang penting tentang sejarah interaksi sosial dari masa ke masa.

Menghadapi Tantangan dan Melestarikan Warisan

Dalam menghadapi arus modernisasi dan perkembangan zaman, Suku Tengger menghadapi tantangan besar dalam melestarikan budayanya. Urbanisasi dan pengaruh globalisasi membuat beberapa generasi muda mulai meninggalkan tradisi yang telah ada.

Pemerintah dan organisasi non-pemerintah berupaya mendukung komunitas Tengger dalam melestarikan warisan budaya, melalui pendidikan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan generasi muda untuk memahami dan mencintai budaya mereka.

Komitmen masyarakat Tengger untuk menjaga identitas budaya mereka terlihat jelas, meskipun tantangan terus hadir. Mereka menjadi contoh bagaimana sebuah komunitas dapat bertahan di tengah modernitas tanpa kehilangan akar budayanya.

Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Suku Tengger: Membawa Tradisi di Tengah Modernisasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!