BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 21:06 WIB

Insiden Penyekapan Turis di Chengdu: Penutupan Toko oleh Pemandu Wisata

Insiden Penyekapan Turis di Chengdu: Penutupan Toko oleh Pemandu WisataInsiden Penyekapan Turis di Chengdu: Penutupan Toko oleh Pemandu Wisata

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Chengdu, China, di mana sebanyak 23 turis terkurung di dalam sebuah toko oleh-oleh setelah menolak untuk mengikuti permintaan pemandu wisata untuk berbelanja. Peristiwa ini berlangsung pada November 2025 selama perjalanan wisata sembilan hari yang seharusnya menyenangkan.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Shawn Tok, seorang pemenang kompetisi Campus SuperStar 2007, mengungkapkan bahwa mereka dipaksa membeli barang-barang, meskipun sebelumnya telah menghabiskan hampir Rp 246 juta. Tindakan pemandu yang agresif memicu perhatian publik dan tanggapan tegas dari pihak berwenang.

Pengalaman Buruk Wisatawan

Shawn Tok menceritakan melalui Instagram Stories bahwa suasana menjadi tegang ketika pemandu wisata menunjukkan sikap agresif karena turis-turis tersebut menolak untuk berbelanja. Dalam upaya memenuhi target penjualan, pemandu tersebut kemudian menyekap kelompok di dalam toko oleh-oleh.

Pemandu wisata tersebut menjelaskan bahwa dia memiliki target penjualan yang harus dicapai untuk mendapatkan komisi yang memperngaruhi penghasilannya. Jika target tersebut tidak tercapai, ia bisa menghadapi denda yang cukup signifikan.

Shawn merasa tidak ada penjelasan yang baik tentang aturan ini sebelum perjalanan dimulai, membuatnya melakukan pengecekan terhadap kontrak perjalanan untuk memastikan kejelasan informasi.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Langkah Hukum dan Tanggapan Pihak Berwenang

Setelah insiden itu, Shawn dan rombongan merasa perlu untuk melapor kepada pihak berwenang terhadap dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemandu wisata. Mereka menyerahkan bukti transaksi dan struk pembelian sebagai dasar laporan yang mereka buat.

Tanggapan dari otoritas setempat sangat cepat, dengan melakukan penyelidikan terhadap agen tur tersebut. Sebagai hasilnya, agen tur akhirnya mengembalikan seluruh dana yang dihabiskan oleh peserta selama tur.

Kasus ini menarik perhatian publik, terutama di media sosial, yang memicu perdebatan mengenai praktik wisata yang tidak etis serta kasus-kasus kecurangan yang sering dialami oleh wisatawan.

Kewaspadaan dan Implikasi Hukum

Siklus insiden ini meningkatkan kesadaran di kalangan wisatawan tentang pentingnya memilih agen tur yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Banyak pengguna media sosial menawarkan saran agar wisatawan lebih berhati-hati terhadap tawaran tur yang terlalu murah.

Satu komentar di media sosial menekankan pentingnya untuk memilih agen tur dengan ulasan positif untuk menghindari pengalaman buruk dalam perjalanan. Hal ini menjadi harapan banyak orang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dalam bereaksi terhadap insiden ini, pemerintah China berkomitmen untuk memperketat penegakan hukum terkait praktik belanja paksa yang terlanjur bersembunyi dalam industri pariwisata. Langkah ini diharapkan bisa memperbaiki citra pariwisata negeri Tirai Bambu dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para wisatawan.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Insiden Penyekapan Turis di Chengdu: Penutupan Toko oleh Pemandu Wisata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!