BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:19 WIB

Perayaan Tahun Baru 2026 Jakarta Berbasis Solidaritas dan Doa Bersama

Perayaan Tahun Baru 2026 Jakarta Berbasis Solidaritas dan Doa BersamaPerayaan Tahun Baru 2026 Jakarta Berbasis Solidaritas dan Doa Bersama

Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tanpa pertunjukan kembang api. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana banjir bandang di Sumatra dan wilayah lainnya.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui

Gubernur Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya perayaan yang lebih khidmat, menggantikan tradisi dengan doa bersama sambil mengedepankan perhatian dan empati terhadap sesama.

Larangan Kembang Api dan Panggung Hiburan

Dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta pada 22 Desember 2025, Gubernur Pramono Anung mengumumkan larangan penggunaan kembang api. Ia menyatakan, “Tahun ini kami memilih tidak ada kembang api. Kita ingin menyambut tahun baru dengan doa bersama, karena musibah yang terjadi menyangkut kita semua.”

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan surat edaran pelarangan menyalakan kembang api di semua acara yang memerlukan izin, baik dari pemerintah maupun swasta. Acara yang terdampak termasuk di hotel dan pusat perbelanjaan kini harus mematuhi aturan baru ini.

Gubernur juga meminta warga untuk menghormati keputusan ini dan tidak menggunakan kembang api atau petasan. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap bencana yang terjadi di Sumatera dan daerah lain perlu didukung dengan tindakan yang penuh empati.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Konsep Perayaan Tanpa Kembang Api

Sebagai pengganti pertunjukan kembang api yang biasanya meramaikan malam Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta merancang aktivitas yang mencakup doa bersama lintas agama dan acara musik. Perayaan akan berpusat di Bundaran Hotel Indonesia dengan lokasi lain yang terlibat seperti Lapangan Banteng dan Kota Tua.

Video mapping yang akan ditayangkan selama perayaan direncanakan untuk mencerminkan program-program unggulan pemerintah dalam sepuluh bulan terakhir. Dengan cara ini, diharapkan perayaan tetap menyampaikan esensi perayaan Tahun Baru meski tanpa kembang api.

Gubernur Pramono optimis, “Tanpa kembang api, esensi menyambut tahun baru tidak akan berkurang.” Konsep perayaan ini diharapkan mampu membawa kedamaian dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan yang ada.

Respons Masyarakat dan Penegakan Aturan

Meskipun pemerintah tidak dapat mengontrol individu yang ingin menggunakan kembang api, Gubernur tetap berharap masyarakat bisa lebih memahami situasi ini. “Kita ingin mengedepankan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai empati,” ujarnya.

Pemerintah tidak merencanakan razia terhadap pedagang kembang api, dengan fokus pada pendekatan persuasif agar suasana Tahun Baru tetap aman dan kondusif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.

Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk berbagi kepedulian dan merayakan dengan cara yang positif, dengan harapan Tahun Baru menjadi momen yang membawa harapan dan persatuan.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perayaan Tahun Baru 2026 Jakarta Berbasis Solidaritas dan Doa Bersama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!