Urban farming di balkon semakin populer di kalangan warga kota sebagai solusi untuk menghasilkan pangan di ruang terbatas.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil sayur dan buah segar, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan lingkungan sekitar.
Definisi dan Konsep Urban Farming
Urban farming merujuk pada praktik bercocok tanam di area perkotaan, termasuk balkon gedung, halaman rumah, atau lahan terbengkalai.
Meskipun terbatas dalam ruang, konsep ini memungkinkan masyarakat untuk memproduksi sayuran, buah-buahan, dan bahkan herbal di lingkungan mereka sendiri.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Manfaat Urban Farming Bagi Warga Kota
Salah satu manfaat utama dari urban farming adalah ketersediaan pangan segar. Mengingat banyaknya makanan olahan yang beredar, kegiatan ini memberikan alternatif untuk mendapatkan bahan makanan yang lebih sehat.
Selain aspek kesehatan, urban farming juga berdampak positif terhadap lingkungan, karena dapat mengurangi jejak karbon pengiriman makanan dan meningkatkan kualitas udara.
Praktik dan Tantangan Urban Farming di Balkon
Meskipun terlihat mudah, urban farming di balkon memiliki tantangan tersendiri, seperti keterbatasan sinar matahari dan ruang tanam.
Hal ini sering kali memerlukan lebih banyak kreativitas dari para petani kota. Masyarakat bisa mengatasi tantangan ini dengan teknik bertani vertikal, penggunaan pot dan wadah, serta memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi balkon masing-masing.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: