Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 21:38 WIB

Kendala Visa Penghalang Pariwisata Indonesia

Author

Kendala Visa Penghalang Pariwisata Indonesia

Minat turis Indonesia untuk berlibur ke luar negeri mengalami kendala signifikan akibat persyaratan visa yang ketat. Survei terbaru menunjukkan bahwa 35 persen responden menganggap hambatan ini sebagai penghalang utama perjalanan mereka.

Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus

Sebuah penelitian oleh platform Agoda mengungkapkan bahwa jika kebijakan visa dilonggarkan, minat wisatawan asal Indonesia untuk menjelajahi destinasi baru akan meningkat secara signifikan.

Kendala Visa Bagi Wisatawan Asia

Sebuah survei yang dilakukan oleh Agoda selama bulan Oktober 2025 menunjukkan bahwa kebijakan visa mempengaruhi rencana perjalanan wisatawan dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Dari 3.353 responden yang terlibat, mayoritas menunjukkan bahwa persyaratan visa adalah hambatan terbesar bagi mereka dalam merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Data tersebut sejalan dengan tren yang terlihat di beberapa negara yang memiliki kebijakan visa yang lebih longgar. Negara-negara seperti Malaysia dan Thailand, yang telah melakukan pelonggaran kebijakan visa, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan turis, termasuk dari India dan negara-negara Asia lainnya.

Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik

Dampak Positif dari Peluang Pelonggaran Visa

Agoda menyimpulkan bahwa perubahan kebijakan visa dapat memainkan peran krusial dalam meningkatkan industri pariwisata. Misalnya, setelah Malaysia mengeluarkan kebijakan pelonggaran visa, jumlah turis India yang berkunjung ke negara tersebut meningkat pesat, dengan angka mencapai lebih dari 1,13 juta kunjungan pada tahun 2024.

Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 71,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, Thailand juga merasakan dampak positif dengan meningkatnya jumlah wisatawan dari India, yang kini menjadi salah satu dari lima negara pengunjung terbesar.

Posisi Paspor Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Indeks Paspor Henley 2025, posisi paspor Indonesia berada di peringkat ke-67, memberikan akses bebas visa atau Visa on Arrival (VoA) ke 73 destinasi. Sebagai perbandingan, paspor Filipina menempati peringkat ke-76 dengan akses ke 64 destinasi, sementara India berada di peringkat ke-82 dengan akses ke 57 destinasi.

Data ini menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan visa bisa menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Strategi ini akan berpotensi mengoptimalkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata pengguna paspor global.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU