Pemerintah Indonesia memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan sekitar 119,5 juta orang atau 42,01 persen penduduk berencana melakukan perjalanan.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Angka ini meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan diperkirakan akan berdampak signifikan pada arus lalu lintas, terutama di Pulau Bali.
Proyeksi dan Kesiapan Transportasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pergerakan penumpang terbesar akan berasal dari provinsi padat penduduk di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah yang diprediksi akan menjadi tujuan utama bagi 20,23 juta orang.
Selain Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat juga diperkirakan akan banyak dikunjungi. Meskipun tidak masuk dalam 10 besar, pemerintah juga memperhatikan daerah-daerah yang merayakan Natal, seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat.
Untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi, pemerintah menyiapkan 31.433 bis, 711 kapal, 2.670 kereta api, serta 368 pesawat dan 253 kapal penyeberangan. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat saat liburan.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Peningkatan Arus Kendaraan di Bali
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mencatat bahwa arus kendaraan di Bali diprediksi meningkat 10 persen menjelang akhir tahun 2025, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada kendaraan penumpang tetapi juga pada kendaraan barang. Rapat koordinasi dengan ASDP telah dilaksanakan untuk merencanakan pengaturan arus kendaraan di pelabuhan-pelabuhan dan bandara.
Diperkirakan, puncak arus kendaraan akan terjadi pada tanggal 24 Desember 2025. Semua upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna transportasi.
Antisipasi Terhadap Cuaca Ekstrem
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi perjalanan, pihak kepolisian telah memetakan empat klaster utama untuk manajemen jalan tol dan arteri. Rencana kedaruratan juga telah disusun jika bencana alam seperti banjir atau longsor terjadi.
Keamanan di pelabuhan-pelabuhan seperti Gilimanuk-Ketapang dan Merak juga akan dipastikan. Dalam kondisi cuaca buruk yang dapat mengganggu penyeberangan, pihak berwenang telah menyiapkan skenario untuk menangani penumpukan penumpang dan kendaraan.
Langkah-langkah antisipatif diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari kondisi cuaca yang mungkin tidak terduga, serta menjaga kelancaran pergerakan masyarakat selama liburan.
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: