Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas erupsi dengan meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter ke arah Sungai Krasak pada Sabtu siang, 27 Desember 2025.
Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Meskipun kekhawatiran melanda, sejumlah pengunjung tetap bersikeras menyaksikan fenomena alam ini di lokasi yang berpotensi berbahaya.
Imbauan BPPTKG untuk Wisatawan
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) segera mengeluarkan imbauan penting bagi pengunjung yang berada di sekitar Gunung Merapi.
Mereka diingatkan untuk menjauhi area berbahaya, terutama di dekat Bunker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta, mengingat status gunung yang berada di level III atau siaga.
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Daerah Rawan yang Harus Dihindari
BPPTKG menetapkan daerah rawan yang perlu dihindari oleh warga dan wisatawan, termasuk kawasan sepanjang Sungai Boyong hingga 5 kilometer dari puncak gunung.
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng juga ditetapkan sebagai wilayah yang berpotensi membahayakan, mencapai jarak 7 kilometer dari puncak.
Risiko Lain dan Pengawasan Terus Menerus
Selain awan panas, masyarakat juga diingatkan akan potensi lahar hujan, yang bisa terjadi terutama saat cuaca hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.
BPPTKG terus memantau aktivitas gunung dan akan meninjau kembali statusnya jika terdapat perubahan signifikan, termasuk ancaman abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: