Senin, 29 DESEMBER 2025 • 20:27 WIB

Penurunan Kunjungan Wisata di Bali Akibat Berkurangnya Penerbangan dan Cuaca Buruk

Author

Penurunan Kunjungan Wisata di Bali Akibat Berkurangnya Penerbangan dan Cuaca Buruk

Jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali mengalami penurunan signifikan selama periode Natal dan Tahun Baru 2026. Berkurangnya penerbangan domestik menjadi salah satu faktor utama yang diungkapkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui

Koster menambahkan bahwa kondisi armada pesawat, termasuk dari Garuda Indonesia dan Citilink, berimbas pada ketersediaan kursi penerbangan ke Pulau Dewata. Data menunjukkan penurunan rute dan frekuensi penerbangan dibandingkan tahun lalu.

Pengurangan Penerbangan ke Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster, mencatat penurunan penerbangan domestik yang mencapai 11 penerbangan, turun dari 13 penerbangan pada tahun sebelumnya. Jumlah rute domestik juga mengalami penyusutan dari 25 menjadi 23 rute, sehingga wisatawan kesulitan mendapatkan tempat.

Koster menekankan bahwa situasi ini berkaitan langsung dengan kondisi armada maskapai. "Pesawat Garuda dan Citilink sedang maintenance," jelasnya saat mengunjungi Bandara I Gusti Ngurah Rai di akhir Desember 2025.

Baca juga: Film KPop Demon Hunters Raih Kesuksesan di Netflix

Dampak Cuaca Terhadap Pariwisata

Selain masalah penerbangan, cuaca buruk juga dianggap sebagai penyebab turunnya angka kunjungan di Bali. "Curah hujan tahun ini lebih tinggi, sehingga aktivitas wisata di luar hotel ikut menurun," tutur Koster, merujuk pada suasana libur Nataru yang lebih sepi dibandingkan tahun lalu.

Fenomena cuaca yang kurang mendukung telah mengakibatkan banyak wisatawan ragu melakukan aktivitas luar ruangan, yang berimbas pada total kunjungan. Dengan demikian, pengurangan penerbangan dan cuaca ekstrem menjadi dua isu utama yang menghantui sektor pariwisata Bali.

Perubahan Minat Wisatawan Domestik

Gubernur Koster menjelaskan adanya perubahan minat wisatawan domestik yang kini beralih ke destinasi lain. Pulau Jawa, dengan aksesibilitas yang meningkat berkat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, menjadi pilihan utama banyak wisatawan.

Walaupun demikian, Bandara I Gusti Ngurah Rai masih mencatat peningkatan pergerakan penumpang. Selama periode 15-27 Desember 2025, sekitar 885 ribu penumpang dilayani dengan rata-rata 427 pergerakan pesawat setiap harinya, menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan tetap cukup tinggi meskipun ada beberapa kendala.

Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU