Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian pelatih Valencia, Fernando Martin Carreras, serta dua anak laki-lakinya yang hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Keputusan ini diumumkan pada Jumat (2/1/2026) dan hanya akan berlanjut hingga Ahad (4/1/2026), dengan harapan masih ada peluang untuk menemukan ketiganya.
Detail Perpanjangan Operasi Pencarian
Operasi pencarian yang diperpanjang ini menandakan upaya serius untuk menemukan jejak dari tiga orang yang hilang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa meskipun pencarian sudah memasuki hari ketujuh, optimisme tetap dijaga.
Menurut Fathur Rahman, operasi SAR biasanya dilakukan selama tujuh hari setelah tenggelamnya kapal, tetapi dapat diperpanjang jika ada kemungkinan untuk menemukan korban. Hal ini menunjukkan komitmen Basarnas dalam menjalankan tugasnya.
Pada saat yang sama, tim SAR gabungan juga melakukan rapat evaluasi untuk mengkaji langkah-langkah lebih lanjut dalam pencarian. Keputusan untuk memperpanjang waktu pencarian ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor termasuk potensi di lokasi kejadian.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Dukungan Pemerintah dan Keluarga Korban
Basarnas mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia. Surat resmi dari pemerintah Spanyol menekankan harapan untuk melanjutkan operasi pencarian demi keselamatan korban.
Dukungan dari keluarga korban juga menjadi sorotan selama proses pencarian ini. Kehadiran mereka dianggap memberikan motivasi tambahan bagi tim SAR dalam melaksanakan tugas mereka.
Fathur Rahman menyatakan, "Dukungan emosional dan kehadiran keluarga sangat berarti bagi tim SAR, yang bekerja siang dan malam tanpa lelah hingga korban ditemukan."
Teknik dan Alat yang Digunakan dalam Pencarian
Tim SAR Gabungan pada saat ini mengerahkan 13 kapal yang terlibat dalam pencarian di area yang luas. Kapal-kapal ini dilengkapi dengan peralatan sonar dan hidronav dari Polairud Polda NTT untuk mendukung pencarian di bawah permukaan laut.
Meskipun telah menggunakan berbagai teknik dan peralatan canggih dalam pencarian, hingga evaluasi terakhir, hasil yang diharapkan masih belum tercapai. Tim SAR terus melakukan berbagai usaha dan berharap untuk menemukan korban dalam waktu yang tersisa.
Fathur Rahman menambahkan, "Kami akan terus bergerak dan berusaha semaksimal mungkin, dengan harapan waktu yang ada cukup untuk menemukan mereka."
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: