Jumat, 02 JANUARI 2026 • 19:55 WIB

Penurunan Pengunjung Angkor Wat: Imbas Ketegangan Kamboja dan Thailand

Author

Penurunan Pengunjung Angkor Wat: Imbas Ketegangan Kamboja dan Thailand

Taman arkeologi Angkor Wat di Kamboja mengalami penurunan jumlah wisatawan yang signifikan pada tahun 2025. Total kedatangan wisatawan tercatat mencapai 955.131 orang, menurun 6,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Penjualan tiket masuk juga mengalami penurunan sebesar 6,51 persen, dengan pendapatan hampir $44,7 juta. Penurunan ini diduga berkaitan dengan ketegangan di perbatasan Kamboja-Thailand yang mengakibatkan penutupan akses darat bagi wisatawan.

Dampak Ketegangan Perbatasan terhadap Pariwisata

Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Kamboja menurun seiring dengan ketegangan yang muncul di perbatasan Kamboja-Thailand. Chhay Sivlin, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Kamboja, menjelaskan bahwa "Penutupan gerbang perbatasan darat di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand telah berdampak negatif pada perjalanan wisatawan asing regional, yang menyebabkan penurunan signifikan jumlah wisatawan internasional."

Wisatawan Thailand sebelumnya menduduki peringkat ketiga terbesar dalam pasar pariwisata Kamboja, setelah wisatawan dari Vietnam dan Tiongkok. Laporan Kementerian Pariwisata mencatat penurunan sebesar 32 persen pada jumlah wisatawan yang masuk melalui gerbang perbatasan darat dalam 11 bulan pertama tahun ini.

Meskipun ada penurunan dalam arus kedatangan melalui jalur darat, sektor transportasi udara menunjukkan perkembangan positif. Sekitar 2,6 juta wisatawan tiba melalui udara, meningkat 21 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan

Warisan Budaya dan Upaya Promosi Pariwisata

Taman Arkeologi Angkor, yang terletak di barat laut provinsi Siem Reap, merupakan situs bersejarah yang diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1992. Dengan luas 401 kilometer persegi dan 91 kuil kuno dari abad ke-9 sampai ke-13, Angkor Wat menjadi salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Asia Tenggara.

Dalam usaha untuk meningkatkan jumlah pengunjung, pemerintah Kamboja berencana menerapkan kebijakan uji coba bebas visa bagi wisatawan Tiongkok dari Juni hingga Oktober 2026. Langkah ini diharapkan dapat menarik kembali minat wisatawan setelah penurunan yang terjadi.

Walaupun tantangan masih ada, Kementerian Pariwisata berupaya keras mempromosikan Kamboja sebagai tujuan wisata yang aman dan menarik. Upaya ini termasuk penguatan tindakan untuk memastikan keselamatan wisatawan dan menjaga stabilitas di area pariwisata.

Statistik Wisatawan dan Perkembangan Terbaru

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pariwisata, total kedatangan wisatawan asing ke Kamboja selama 11 bulan pertama tahun ini mencapai 5,17 juta. Dari angka tersebut, 2,48 juta wisatawan datang melalui gerbang perbatasan darat, sementara 80.000 tiba melalui jalur air.

Setelah terjadinya gencatan senjata pada 27 Desember 2025, harapan akan stabilitas di kawasan ini telah muncul. Pernyataan dari Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa otoritas nasional dan lokal akan terus memantau situasi keamanan untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata.

Kinerja sektor pariwisata di Kamboja sangat vital, mengingat dampaknya terhadap perekonomian lokal dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada industri ini.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU