Kamis, 15 JANUARI 2026 • 10:56 WIB

Kesulitan Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Akibat Cuaca Ekstrem

Author

Kesulitan Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Akibat Cuaca Ekstrem

Evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki Gunung Slamet yang meninggal, menghadapi sejumlah rintangan berat akibat kondisi cuaca yang ekstrem dan medan yang terjal.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui

Proses pencarian dimulai setelah ia hilang selama 17 hari di jalur punggungan Gunung Malang, yang sangat menantang bagi tim pencari.

Kondisi Terkini Evakuasi

Tim pencari melanjutkan proses evakuasi pada Kamis, 15 Januari 2026, setelah sempat terhenti karena cuaca yang tidak mendukung.

Jenazah Syafiq ditemukan di area Batu Watu Langgar, dengan keadaan terbungkus kain hijau, yang menunjukkan kesedihan situasi tersebut.

Personel dari berbagai tim SAR berusaha mencapai lokasi tersebut yang terisolasi, meski tantangan utama berasal dari hujan lebat dan medan yang curam.

Anggota Tim Wanadri mengungkapkan, "Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam dan terjal serta cuaca hujan badai," jelasnya mengenai kesulitan yang dihadapi tim.

Strategi Evakuasi

Dengan persiapan matang, tim evakuasi kini menggunakan alat khusus seperti tandu basket untuk memastikan bahwa pengangkutan jenazah berlangsung aman.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah

Tim gabungan juga memutuskan untuk melakukan evakuasi secara estafet, sebuah metode yang dianggap lebih efektif dalam kondisi sulit ini.

Jalur yang digunakan adalah Pos Dipajaya di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, yang diharapkan dapat mempermudah akses ke lokasi penemuan.

Seorang relawan dari Tim Wanadri, Arie, menegaskan, "Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya," menambah keyakinan akan kelancaran proses tersebut.

Duka Keluarga dan Rencana Pemakaman

Suasana duka menyelimuti rumah orang tua Syafiq di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, dengan tenda dan kursi plastik disiapkan untuk pelayat yang datang.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa keluarga telah memutuskan untuk memindahkan lokasi pemakaman.

Awalnya, jenazah hendak dimakamkan di Pemakaman Sambung Lor, namun kemudian direncanakan dipindahkan ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terakhir dari keluarga kepada Syafiq dan sebagai upaya untuk mengakomodasi lebih banyak pelayat.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU