Jeruk mandarin memiliki peranan yang signifikan dalam perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa. Buah ini melambangkan keberuntungan dan kemakmuran dengan rasanya yang manis dan segar.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Setiap tahun, banyak keluarga Tionghoa menghias rumah mereka dengan jeruk mandarin, yang bukan hanya berfungsi sebagai dekorasi tetapi juga sarat dengan makna dan harapan untuk tahun yang baru.
Asal Usul Jeruk Mandarin dalam Budaya Cina
Jeruk mandarin, atau yang dikenal dalam istilah Mandarin sebagai 'chen tzu', telah menjadi bagian integral dari tradisi perayaan Tahun Baru Imlek selama berabad-abad. Dalam pandangan budaya Tionghoa, jeruk tidak hanya sekedar buah, tetapi juga melambangkan keberuntungan karena penyebutan kata 'jeruk' dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata untuk 'emas'.
Berdasarkan tradisi yang berlaku, menyajikan jeruk mandarin pada acara Imlek dianggap akan mendatangkan kemakmuran. Oleh karena itu, jeruk ini menjadi salah satu buah yang paling banyak dicari menjelang perayaan Imlek.
Di samping itu, jeruk mandarin sering kali dijadikan hadiah saat berkunjung ke rumah kerabat atau teman. Praktik ini merupakan simbol harapan untuk saling berbagi keberuntungan di tahun yang mendatang, sekaligus mempererat hubungan sosial antar anggota keluarga dan teman-teman.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Makna Simbolis di Balik Jeruk Mandarin
Jeruk mandarin memiliki warna cerah dan bentuk bulat yang menambah daya tariknya sebagai simbol keberuntungan. Warna kuning-oranye dari jeruk tersebut diartikan sebagai pembawa energi positif, sementara bentuknya yang bulat menandakan kesempurnaan.
Bagi banyak keluarga, keberadaan jeruk mandarin tidak hanya sekedar makanan, melainkan simbol harapan untuk kebahagiaan dan kesuksesan di tahun yang baru. Menyajikan jeruk mandarin di meja makan saat perayaan menyiratkan harapan untuk tahun yang penuh berkah.
Tradisi membagikan jeruk mandarin kepada anggota keluarga serta sahabat menjadi cara yang efektif dalam menyebarkan kebahagiaan. Ritual ini memperkuat nilai pentingnya saling berbagi dan hubungan antarpersonal di dalam masyarakat.
Jeruk Mandarin di Berbagai Tradisi Imlek
Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk merayakan Tahun Baru Imlek dengan menggunakan jeruk mandarin. Di Jakarta, misalnya, jeruk mandarin sering dijadikan dekorasi di toko-toko dan restoran untuk menarik perhatian pengunjung pada saat perayaan.
Di negara-negara Asia lainnya, seperti Malaysia, jeruk mandarin juga menjadi komoditas yang sangat penting menjelang Imlek. Di sana, jeruk ini dibagikan secara luas untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan, menambah kedalaman makna perayaan.
Walaupun tradisi perayaan Imlek di masing-masing daerah berbeda, jeruk mandarin tetap menjadi elemen yang tak terpisahkan. Keberadaannya menyatukan banyak orang dalam harapan dan doa yang sama di hari yang istimewa.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: