urbanstory.id – Riset terbaru mengungkap bahwa jalan kaki selama 100 menit per hari dapat mengurangi risiko nyeri punggung bawah kronis. Temuan ini berasal dari studi yang melibatkan lebih dari 11.000 orang dewasa di Norwegia, yang dilaporkan dalam jurnal JAMA Network Open.
Nyeri punggung bawah kronis dikenal sebagai penyebab utama kecacatan global. Penelitian ini ingin menunjukkan pentingnya aktivitas fisik, khususnya berjalan kaki, untuk mencegah kondisi tersebut yang diperkirakan meningkat hingga 843 juta penderita pada tahun 2050.
Nyeri punggung bawah kronis adalah kondisi yang didefinisikan sebagai nyeri berlangsung lebih dari tiga bulan. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri bervariasi dari tingkat sedang hingga hebat, memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Rayane Haddadj, kandidat PhD dan peneliti utama studi ini, menjelaskan, ‘Nyeri punggung bawah merupakan penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.’ Penelitian ini juga menarik perhatian pada pentingnya mengetahui faktor risiko yang dapat diubah.
Faktor risiko yang berkontribusi terhadap nyeri punggung tidak hanya aspek yang tak terhindarkan seperti usia dan genetika, tetapi juga faktor modifiable seperti obesitas dan pola hidup yang kurang aktif.
Penelitian ini mengambil data dari Trøndelag Health Study (HUNT) yang berlangsung dari 2017 hingga 2023. Kajiannya menunjukkan bahwa peserta yang beraktivitas jalan kaki lebih dari 100 menit sehari memiliki risiko 23 persen lebih rendah untuk mengalami nyeri punggung kronis dibandingkan dengan mereka yang berjalan kurang dari 78 menit.
Haddadj menambahkan, ‘Hasil Studi kami menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang berjalan kaki, semakin rendah risikonya mengalami nyeri punggung kronis, hingga batas sekitar 100 menit per hari.’ Penelitian ini menunjukkan bahwa meski intensitas berjalan memiliki efek, pengaruh utama terlihat pada durasi aktivitas.
Studi ini menegaskan pentingnya meningkatkan durasi berjalan kaki, meskipun ada batasan tertentu mengenai waktu optimal yang dapat memberikan hasil terbaik.
‘Berjalan kaki adalah aktivitas yang sederhana, murah, dan mudah diakses,’ ujar Haddadj. Ia menyarankan bahwa peningkatan frekuensi jalan kaki dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi risiko nyeri punggung bawah kronis.
Meski sangat dianjurkan, Dr. Neel Anand, seorang dokter spesialis ortopedi, mengingatkan bahwa jalan kaki tidak selalu menjamin pencegahan nyeri punggung. ‘Berjalan membantu Anda mengatasi nyeri punggung, dan itu benar terjadi,’ ungkap Anand.
Walaupun jalan kaki terbukti membantu, tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya cara untuk mencegah nyeri punggung kronis yang seringkali tergantung pada faktor lain secara individual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: