Remaja Cina Alami Gagal Ginjal Setelah Dihukum 1.000 Deep Squats
Seorang remaja berusia 15 tahun di Tiongkok harus menjalani transplantasi ginjal setelah dipaksa melakukan 1.000 deep squats sebagai hukuman. Kasus ini memicu kemarahan publik dan menyoroti masalah serius mengenai perlakuan terhadap anak dalam pendidikan korektif.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Kasus ini bermula pada Agustus 2023, ketika Ajun ditangkap karena mencuri uang tunai dari mobil yang diparkir. Sebagai anak di bawah umur, ia tidak dapat dikenakan tuntutan pidana dan dijatuhi hukuman pendidikan korektif di Sekolah Yongqing.
Ayah Ajun, Jiang Peifeng, berharap pendidikan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi putranya. Namun, hukuman yang diterima Ajun jauh melampaui harapan tersebut, berubah menjadi ancaman bagi kesehatannya.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Setelah tiga hari menjalani hukuman berat, Ajun mengalami gejala serius, termasuk darah dalam urine dan pembengkakan pada kaki. Meskipun kondisi semakin memburuk, sesi latihan tetap diteruskan.
Dilaporkan bahwa Ajun mengalami kekerasan tambahan selama hukuman, yang membuat kondisinya memburuk hingga ia didiagnosis dengan gagal ginjal. Pada Juni 2024, Ajun pun terpaksa menjalani transplantasi ginjal untuk mengatasi masalah kesehatan yang semakin parah.
Biaya pengobatan mencapai hampir satu juta yuan, memaksa ayah Ajun untuk menjual rumah dan mengambil pinjaman bank sebesar 450.000 yuan. Tindakan ini menunjukkan konsekuensi finansial yang signifikan akibat perlakuan disipliner ekstrem.
Jiang Peifeng telah mengajukan gugatan terhadap biro keamanan publik dan sekolah terkait kelalaian yang menyebabkan sakit pada putranya. Penyelidikan menunjukkan bahwa hukuman fisik merupakan penyebab utama dari masalah kesehatan Ajun, yang kemudian memicu kemarahan publik atas perlakuan terhadap anak-anak di institusi pendidikan.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: