BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 12:51 WIB

Tanda Penuaan Kognitif yang Perlu Diwaspadai

Tanda Penuaan Kognitif yang Perlu DiwaspadaiTanda Penuaan Kognitif yang Perlu Diwaspadai

Seiring bertambahnya usia, penuaan tidak hanya terlihat dari fisik tetapi juga mempengaruhi fungsi kognitif. Tanda-tanda awal ini sering kali diabaikan dan dianggap sebagai akibat dari stres sehari-hari.

Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Dr. Vassily Eliopoulos, seorang pakar kesehatan otak, menjelaskan pentingnya mengenali sinyal-sinyal tersebut untuk menjaga kesehatan mental yang optimal. Banyak dari tanda ini mungkin menunjukkan bahwa otak mengalami penurunan lebih cepat dari yang seharusnya.

Tanda-Tanda Peringatan Dini

Salah satu tanda pertama dari penurunan fungsi kognitif adalah merasa cepat lelah saat berbicara, bahkan dalam interaksi ringan. Dr. Vassily menekankan bahwa otak yang sehat seharusnya menganggap interaksi sosial sebagai stimulasi positif, bukan sumber kelelahan.

Kelelahan mental yang muncul ketika neuron mengalami overdrive atau peradangan tinggi dapat menjadi sinyal bahwa metabolisme energi otak mulai melambat. Hal ini sering berkaitan dengan faktor lain seperti kurang tidur, stres, atau kekurangan nutrisi.

Sering lupa kata-kata yang ingin diungkapkan juga patut diperhatikan. Dr. Vassily menjelaskan bahwa ini merupakan 'celah pengambilan' informasi yang terjadi ketika jalur saraf untuk mengingat tidak berfungsi dengan baik.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui

Perubahan Emosional dan Sensori

Kenaikan iritabilitas tanpa alasan jelas sering kali menunjukkan adanya neuroinflamasi. Ketika hormon stres, seperti kortisol, tetap tinggi, hal ini dapat mengganggu pusat pengaturan emosi di otak.

Meningkatnya sensitivitas terhadap kemarahan dan frustrasi dapat mempercepat penuaan otak melalui kerusakan koneksi saraf. Faktanya, seseorang bisa merasa lelah meskipun telah tidur cukup, pertanda bahwa otak mengalami kesulitan dalam beristirahat.

Kekurangan tidur berkualitas juga berpotensi menyebabkan penumpukan plak amiloid di otak, yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Ini merupakan masalah serius yang sangat perlu diwaspadai.

Kesehatan Mental dan Pola Makan

Perubahan sensitivitas terhadap kebisingan dan cahaya dapat menjadi indikator awal. Ketika sistem saraf tampak hiperreaktif, itu menunjukkan bahwa filter sensorik di otak menurun, sering kali dialami oleh mereka yang terpapar stres berkepanjangan.

Dr. Vassily memperingatkan bahwa kejernihan mental yang menurun setelah makan mungkin disebabkan oleh fluktuasi glukosa atau peradangan usus-otak. Makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan bisa memperlambat kinerja mental secara signifikan.

Akhirnya, kebingungan dalam lingkungan yang dikenal dapat menjadi sinyal peringatan. Hal ini sering terjadi ketika hipokamus menyusut akibat stres atau kurangnya latihan mental, yang berdampak pada kemampuan navigasi dan memori.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tanda Penuaan Kognitif yang Perlu Diwaspadai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!