Talasemia: Penyakit Keturunan dengan Dampak Serius di Indonesia
Talasemia merupakan kelainan darah genetik yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang signifikan di masa depan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Di Indonesia, penyakit ini memiliki prevalensi yang tinggi, khususnya di antara kelompok masyarakat keturunan tertentu.
Talasemia adalah kondisi yang ditandai dengan produksi hemoglobin yang tidak normal, yang mengganggu fungsinya dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Ada dua jenis utama talasemia: talasemia alfa dan talasemia beta, masing-masing disebabkan oleh gen berbeda.
Penyakit ini diturunkan dari orang tua yang merupakan pembawa gen talasemia, dan lebih umum di populasi dengan sejarah genetik tertentu.
Kemungkinan mewarisi penyakit ini meningkat jika kedua orang tua adalah pembawa gen.
Diagnosis talasemia dilakukan melalui tes darah untuk menilai tingkat hemoglobin dan kadar sel darah merah.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Tes genetik sering dilakukan untuk mendeteksi pembawa gen talasemia di dalam keluarga.
Di Indonesia, beberapa rumah sakit dan laboratorium telah menyediakan layanan pemeriksaan genetik, yang penting bagi pasangan yang merencanakan untuk menikah atau memiliki anak.
Pendidikan mengenai talasemia perlu ditingkatkan, karena banyak individu tidak menyadari bahwa mereka bisa menjadi pembawa tanpa menunjukkan gejala.
Pengobatan talasemia bervariasi tergantung pada keparahan gejala, dengan beberapa kasus yang memerlukan transfusi darah secara rutin.
Bagi pasien dengan gejala ringan, perubahan diet dan suplemen dapat menjadi langkah awal yang membantu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: