Diabetes Tipe 5: Jenis Penyakit Baru yang Harus Dikenali
Ilmuwan kini mengakui keberadaan jenis diabetes baru bernama diabetes tipe 5, yang diperkirakan sudah dialami oleh 20-25 juta orang di seluruh dunia. Asia dan Afrika menjadi wilayah dengan kasus terbanyak dan perlu perhatian lebih.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Berbeda dari jenis diabetes lainnya, diabetes tipe 5 tidak terkait dengan autoimun atau resistensi insulin, tetapi justru berhubungan dengan kekurangan gizi selama masa pertumbuhan.
Diabetes mellitus umumnya dibagi menjadi tiga jenis: diabetes tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional. Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin di pankreas, sedangkan tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang buruk dalam merespons insulin.
Diabetes gestasional muncul selama kehamilan. Dalam konteks ini, diabetes tipe 5 muncul sebagai bentuk baru dengan perbedaan mendasar dibandingkan dengan ketiga jenis sebelumnya, menunjukkan bahwa terdapat variasi yang memerlukan pendekatan berbeda dalam diagnosis dan penanganan.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Menurut Dr. Rachel Reinert, seorang ahli endokrinologi dari University of Michigan, "Diabetes tipe 5 ditandai oleh sekresi insulin yang tidak mencukupi yang menyebabkan kadar gula darah meningkat, mirip dengan bentuk-bentuk diabetes lainnya."
Namun, diabetes tipe 5 tidak terkait dengan masalah autoimun seperti pada tipe 1, maupun resistensi insulin pada tipe 2. Pengidap diabetes ini cenderung memiliki berat badan rendah dan riwayat kekurangan gizi sejak kecil yang dapat merusak pankreas secara permanen.
Pengobatan diabetes tipe 5 harus dikelola dengan sangat hati-hati. Pemberian insulin yang berlebihan ditambah dengan asupan makanan yang minim dapat memicu hipoglikemia, kondisi di mana kadar gula darah menjadi terlalu rendah dan berbahaya.
Dr. Reinert menambahkan, "Penting bagi setiap pasien diabetes untuk mengetahui jenis diabetes yang mereka miliki agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat." Hal ini menunjukkan betapa krusialnya diagnosis yang akurat untuk perawatan yang efektif.
Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: