BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 13:31 WIB

Pencemaran Mikroplastik: Ancaman Tersembunyi dalam Air Hujan di Jabodetabek

Pencemaran Mikroplastik: Ancaman Tersembunyi dalam Air Hujan di JabodetabekPencemaran Mikroplastik: Ancaman Tersembunyi dalam Air Hujan di Jabodetabek

Penelitian terbaru dari BRIN mengungkapkan bahwa mikroplastik dapat terdeteksi dalam air hujan di Jakarta dan daerah sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial

Peneliti Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa partikel mikroplastik ini dapat tersebar melalui udara, memperluas dampak pencemaran hingga ratusan kilometer dari sumbernya.

Penyebaran Mikroplastik ke Daerah Sekitar

Menurut Reza, mikroplastik yang berukuran kecil dan ringan dapat dengan mudah terbawa angin dari satu lokasi ke lokasi lain. Tidak hanya Jakarta yang terdampak, tetapi juga daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mengalami fenomena hujan mikroplastik.

Fenomena ini disebut sebagai atmospheric microplastic deposition, di mana polusi udara dari kota besar dapat menghasilkan efek lingkungan yang lebih luas dari lokasi asalnya. Oleh karena itu, sampel yang diambil di Jakarta bisa mencerminkan tingkat mikroplastik di daerah sekitarnya.

Dengan aktivitas yang padat di jalur transportasi dan kawasan industri, mikroplastik akan mudah menyebar ke daerah-daerah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran dari satu lokasi dapat berdampak pada banyak area di sekitarnya dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui

Sumber Pencemaran Mikroplastik

Reza menjelaskan bahwa mikroplastik dalam air hujan di Jakarta berasal dari degradasi limbah plastik yang tidak sempurna, yang tersebar melalui udara. Sumber mikroplastik ini mencakup serat sintetis pakaian, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka.

Temuan penelitiannya menunjukkan bahwa mikroplastik terdeteksi dalam bentuk serat sintetis dan fragmen kecil plastik, dengan komposisi polimer seperti poliester, nilon, dan polietilena. Rata-rata, sekitar 15 partikel mikroplastik ditemukan dalam setiap sampel air hujan yang diuji.

Dampak mikroplastik terhadap lingkungan sangat serius, dengan potensi pencemaran yang lebih luas melalui air, makanan, dan udara. Kesadaran mengenai penyebab dan dampak pencemaran ini perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko ke depannya.

Langkah Pencegahan Terhadap Mikroplastik

Dalam menanggapi masalah pencemaran mikroplastik, Reza menyarankan beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan. Mengurangi pembakaran terbuka dan pengelolaan sampah yang lebih baik menjadi langkah awal untuk mencegah dilepaskannya partikel plastik ke udara.

Reza juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan produk plastik sekali pakai. Praktik seperti memilah sampah, tidak membakar plastik, dan menjaga kebersihan saluran air bisa menjadi pencegah efektif dalam mengurangi mikroplastik di lingkungan.

Peningkatan sistem daur ulang di tingkat rumah tangga dan industri menjadi sangat penting, sehingga individu dan perusahaan dapat bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap lingkungan secara signifikan.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pencemaran Mikroplastik: Ancaman Tersembunyi dalam Air Hujan di Jabodetabek

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!