Osteoarthritis: Masalah Kesehatan Umum di Kalangan Lansia di Indonesia
Osteoarthritis atau radang sendi menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia di Indonesia, ditandai dengan nyeri sendi, kaku, dan pembengkakan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Dengan meningkatnya usia, risiko terkena osteoarthritis semakin besar, sehingga pemahaman tentang kondisi ini menjadi penting untuk membantu lansia mengelola gejala dan mempertahankan kualitas hidup.
Osteoarthritis adalah bentuk arthritis yang paling umum, biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini muncul akibat kerusakan kartilago sendi, yang berfungsi sebagai pelindung ujung tulang dan memastikan pergerakan yang lancar.
Ketika kartilago mulai menipis, tulang akan saling bergesekan, mengakibatkan rasa sakit. Gejala awal osteoarthritis sering kali berupa nyeri saat bergerak dan kaku di sendi, terutama setelah beristirahat.
Osteoarthritis dapat mempengaruhi hampir semua sendi, tetapi sendi yang paling sering terkena adalah lutut, pinggul, punggung bawah, dan sendi jari. Risiko dapat meningkat bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Gejala osteoarthritis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Nyeri sendi yang muncul saat beraktivitas dapat disertai dengan bengkak dan kaku setelah beristirahat.
Dalam beberapa situasi, suara 'berderak' mungkin terdengar saat sendi bergerak, yang menunjukkan adanya gesekan antara tulang yang saling bersentuhan tanpa perlindungan kartilago.
Merupakan hal yang penting untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul, sebab jika tidak ditangani, dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang lebih parah.
Pengelolaan osteoarthritis meliputi beberapa pendekatan, seperti perubahan gaya hidup dan terapi fisik. Olahraga ringan dapat memperkuat otot-otot di sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.
Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai sangat dianjurkan. Penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) mungkin juga direkomendasikan.
Diet berperan penting dalam pengelolaan osteoarthritis; mengonsumsi makanan anti-inflamasi yang kaya akan omega-3 dan serat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri. Selain itu, menjaga berat badan ideal bisa mengurangi tekanan pada sendi.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: