Kesejahteraan Digital: Tantangan dan Strategi di Era Modern
Dalam era digital yang terus berkembang, menjaga kesehatan mental dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Digital wellbeing atau kesejahteraan digital telah menjadi konsep penting yang harus diperhatikan, bukan hanya sekadar mengurangi waktu layar, tetapi juga menemukan keseimbangan yang tepat dalam dunia yang selalu terhubung.
Kesejahteraan digital merujuk pada kemampuan individu untuk mengelola pengaruh teknologi terhadap kehidupan sehari-hari secara positif.
Fokus utama dari digital wellbeing adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dengan bijak tanpa berdampak negatif.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Kesehatan Mental menunjukkan bahwa lebih dari 60% remaja merasa kecemasan yang meningkat akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mengatur waktu dan interaksi kita di platform digital.
Salah satu strategi untuk menjaga kesejahteraan digital adalah dengan menetapkan batas waktu penggunaan aplikasi tertentu.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Misalnya, jika Anda merasakan kelelahan akibat scrolling di media sosial, coba untuk limit penggunaan aplikasi tersebut selama satu jam per hari.
Mengaktifkan notifikasi hanya untuk aplikasi penting juga bisa membantu.
Dengan cara ini, Anda tidak akan tergoda untuk terus-menerus mengintip ponsel setiap kali ada bunyi notifikasi, sehingga bisa lebih fokus pada aktivitas lain.
Lingkungan online yang negatif dapat berdampak pada kesehatan mental kita.
Oleh karena itu, penting untuk mengikuti akun yang memberikan inspirasi, pembelajaran, atau hiburan positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: