BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 19:42 WIB

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era DigitalFenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital

Di era digital yang serba cepat ini, fenomena 'Fear of Missing Out' atau FOMO menjadi semakin menonjol. Banyak orang merasa tertekan untuk selalu terupdate dengan informasi terbaru dan tren yang sedang hits.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Pada tahun 2025 mendatang, kondisi ini diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi yang memudahkan akses ke berbagai konten, menyebabkan pengguna media sosial berjuang untuk tidak ketinggalan momen penting dalam hidup mereka.

Apa Itu FOMO?

FOMO atau Fear of Missing Out adalah perasaan cemas yang muncul ketika seseorang merasa ketinggalan informasi atau pengalaman. Istilah ini mulai populer seiring dengan perkembangan media sosial dan munculnya berbagai platform digital.

Seseorang yang mengalami FOMO biasanya merasa tertekan untuk selalu terhubung dengan tren terbaru dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang sedang 'in'. Jenis kecemasan ini dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan kesehatan mental.

Sebagai contoh, pengguna Instagram yang melihat teman-teman mereka pergi ke acara menarik dapat merasakan keterasingan jika mereka tidak turut serta. Hal ini menunjukkan bahwa FOMO semakin umum di kalangan generasi muda, yang merasa dipaksa untuk tetap terlibat agar tidak merasa tertinggal.

Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian

Dampak Teknologi terhadap FOMO

Teknologi memiliki peranan signifikan dalam meningkatkan tingkat FOMO. Dengan penggunaan smartphone yang selalu terhubung ke internet, informasi dan pembaruan beredar dengan sangat cepat, memicu ketidakpastian di kalangan pengguna.

Pada tahun 2025, prediksi menunjukkan bahwa dengan meningkatnya penggunaan augmented reality dan virtual reality, pengalaman manusia akan semakin meluas. Individu merasa harus mengkonsumsi seluruh konten untuk tidak merasa tertinggal.

Sebagian besar aplikasi media sosial kini dilengkapi dengan fitur notifikasi yang terus membombardir pengguna dengan informasi baru. Menurut seorang ahli psikologi, 'Pengguna cenderung memeriksa ponsel mereka setiap beberapa menit untuk memastikan tidak ada yang terlewat.' Ini memperkuat perasaan FOMO yang dialami oleh banyak individu.

Strategi Menghadapi FOMO

Menyadari perasaan FOMO adalah langkah pertama untuk menghadapinya. Dengan mengenali emosi ini, individu dapat mulai untuk tidak terlalu terikat pada apa yang mereka lihat di media sosial.

Mengatur batasan dalam penggunaan media sosial bisa menjadi solusi yang efektif. Misalnya, menetapkan jam tertentu untuk berinteraksi di dunia maya diharapkan dapat mengurangi kecemasan akibat FOMO.

Fokus pada pengalaman nyata dan hubungan interpersonal juga dapat membantu menyempitkan jurang antara dunia maya dan kenyataan. Menghadapi FOMO memang dapat menjadi tantangan, namun beberapa langkah sederhana dapat diminimalisir dampaknya.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!