BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 11:45 WIB

Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Vulkanik dan Dampaknya di Lumajang

Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Vulkanik dan Dampaknya di LumajangErupsi Gunung Semeru: Aktivitas Vulkanik dan Dampaknya di Lumajang

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali meletus pada Rabu siang, 19 November 2025, mengeluarkan guguran awan panas yang mencapai Jembatan Gladak Perak, sebuah jalur vital menuju lereng gunung.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Anggota DPR dari Kalangan Selebritas

Sebagai tindakan preventif terhadap peningkatan aktivitas vulkanik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menutup jembatan tersebut untuk menjaga keselamatan warga dan pengunjung.

Erupsi Semeru dalam Catatan Sejarah

Sejarah erupsi Gunung Semeru mulai tercatat sejak tahun 1818, meskipun dokumentasi lengkap hingga 1913 tidak banyak ada. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi besar teramati kembali pada periode 1941-1942.

Selama tahun 1941 hingga Februari 1942, leleran lava dari Semeru mencapai lereng sisi timur dengan ketinggian antara 1.400 hingga 1.775 meter, yang mengakibatkan Pos Pengairan Bantengan tertimbun.

Aktivitas vulkanik tidak berhenti di situ, berlangsung secara berulang selama periode 1945 hingga 1960, dan dicatat kembali oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada tahun 1990, 1992, dan 1994, menunjukkan bahwa Gunung Semeru tergolong gunung api aktif.

Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China

Menghadapi Dampak Erupsi

Erupsi signifikan terjadi pada tahun 1977, dengan guguran lava yang menciptakan awan panas hingga jangkauan 10 kilometer. Dampak dari peristiwa ini menghancurkan infrastruktur dan merusak lahan pertanian di sekitarnya.

Pada tahun 2008, awan panas dari erupsi mengarah ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur mencapai 2.500 meter, diikuti oleh aktivitas beruntun dari tahun 2014 hingga 2017, dengan peristiwa yang terjadi hampir setiap bulan.

Letusan besar pada 4 Desember 2021 menunjukkan dampak yang mengerikan, di mana runtuhnya kubah lava menyebabkan guguran awan panas yang memakan korban jiwa hingga 69 orang, serta melukai ratusan lainnya.

Aktivitas Terkini Gunung Semeru

Berdasarkan pengamatan dari PVMBG, erupsi di Desember 2022 dan 2024 menunjukkan potensi bahaya aliran piroklastik bagi warga sekitar. Keputusan untuk evakuasi besar-besaran diambil demi perlindungan keselamatan warga di dekat Gunung Semeru.

Aktivitas vulkanik meningkat kembali pada tahun 2025, dengan puncak erupsi pada 19 November, di mana guguran awan panas menjangkau mencapai 13 kilometer. Hal ini memaksa penutupan Jembatan Gladak Perak.

BPBD Lumajang terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin timbul dari aktivitas vulkanik.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Vulkanik dan Dampaknya di Lumajang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!