BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 10:33 WIB

Kesenian Kesepian di Era Digital: Fenomena Media Sosial dan Dampak Psikologisnya

Kesenian Kesepian di Era Digital: Fenomena Media Sosial dan Dampak PsikologisnyaKesenian Kesepian di Era Digital: Fenomena Media Sosial dan Dampak Psikologisnya

Di era digital ini, media sosial seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, namun banyak yang merasa lebih kesepian dari sebelumnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Fenomena ini menarik perhatian banyak orang, terutama di tengah lonjakan pengguna platform sosial, yang mempertanyakan penyebab perasaan kesepian di tengah interaksi virtual yang semakin mudah.

Persepsi Interaksi di Media Sosial

Meskipun platform media sosial menawarkan koneksi yang cepat, interaksi yang sebenarnya bisa terasa dangkal. Banyak pengguna merasa bahwa 'likes' dan komentar tidak sebanding dengan kedalaman hubungan yang mereka dambakan.

Sebuah studi dari University of Pennsylvania menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan justru dapat meningkatkan perasaan kesepian. Mereka yang lebih aktif di platform sosial cenderung merasa kurang terhubung secara emosional.

Dalam konteks ini, interaksi virtual sering kali menggantikan koneksi yang lebih dalam. Sederhananya, meski banyak orang yang 'terhubung', tidak semua hubungan tersebut berarti.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Kualitas vs Kuantitas Hubungan

Teori psikologis menyebutkan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada jumlah teman di media sosial. Banyak yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman daring, tetapi kesepian tetap mengintai bila hubungan tersebut tidak memuaskan secara emosional.

Peneliti menjelaskan bahwa hubungan yang bermakna biasanya lebih memberikan dukungan emosional ketimbang interaksi yang superficial. Ketika kedalaman hubungan kurang, risiko merasa terasing pun meningkat.

Ada juga kecenderungan untuk membandingkan diri dengan yang lain. Melihat kesenangan yang ditampilkan orang lain di media sosial bisa membuat individu merasa bahwa mereka tertinggal, berujung pada perasaan kesepian.

Dampak Psikologis Penggunaan Media Sosial

Penggunaan media sosial telah terbukti berkaitan dengan masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Ketika orang terlalu fokus pada penampilan mereka di dunia maya, hal ini akan memengaruhi bagaimana mereka mengevaluasi diri.

Banyak yang merasa tertekan untuk selalu 'on' dan terlihat bahagia di platform sosial. Sebuah survei dari Mental Health Foundation menyebutkan bahwa satu dari lima pengguna media sosial merasa tertekan dan terasing karena perbandingan sosial yang terjadi.

Dengan meningkatnya ekspektasi akan interaksi yang sempurna, banyak individu merasa sulit untuk membuka diri dan menjalin hubungan yang tulus.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kesenian Kesepian di Era Digital: Fenomena Media Sosial dan Dampak Psikologisnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!