BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 18:25 WIB

Pemompaan Air Tanah dan Dampaknya terhadap Pergeseran Kutub Rotasi Bumi

Pemompaan Air Tanah dan Dampaknya terhadap Pergeseran Kutub Rotasi BumiPemompaan Air Tanah dan Dampaknya terhadap Pergeseran Kutub Rotasi Bumi

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pemompaan air tanah yang dilakukan manusia telah menyebabkan pergeseran kutub rotasi Bumi sekitar 80 cm dalam kurun waktu 17 tahun terakhir.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Aktivitas ini tidak hanya berkaitan dengan perubahan iklim, tetapi juga berkontribusi pada meningkatnya permukaan laut yang dapat memengaruhi keseimbangan lingkungan planet.

Pergeseran Kutub Rotasi Bumi dan Keterkaitannya dengan Aktivitas Manusia

Fenomena pergeseran kutub rotasi Bumi telah menjadi fokus perhatian setelah sebuah studi dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters. Studi ini menegaskan adanya kaitan langsung antara pemompaan air tanah secara besar-besaran dan pergeseran kutub Bumi.

Para ilmuwan menemukan bahwa antara tahun 1993 hingga 2010, manusia memompa sekitar 2.150 gigaton air tanah, mayoritas digunakan untuk irigasi dan kebutuhan sehari-hari, yang pada akhirnya berakhir di lautan.

Pergerakan air dari daratan menuju lautan ini mengubah distribusi massa Bumi dan turut mempengaruhi rotasi planet yang kita huni. Pemindahan massa tersebut berdampak pada keseimbangan rotasi Bumi.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Analogi Efek Pemompaan Air Terhadap Rotasi Bumi

Ki-Weon Seo, pemimpin studi dan ahli geofisika dari Seoul National University, memberikan penjelasan tentang pergeseran ini dengan menggunakan analogi. Ia menjelaskan, 'Bayangkan Bumi sebagai gasing. Ketika kita memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti menambahkan sedikit beban pada gasing yang berputar.'

Melalui analisis data distribusi air, tim peneliti berhasil menciptakan model yang menggambarkan dampak pemompaan air terhadap pergeseran kutub secara ilmiah.

Menurut Surendra Adhikari, ilmuwan peneliti di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, 'Mereka telah mengukur peran pemompaan air tanah pada gerakan kutub, dan itu cukup signifikan,' mendukung hasil studi ini.

Pentingnya Pengetahuan Ini Bagi Kebijakan Lingkungan

Informasi yang dihasilkan dari studi ini memiliki dampak yang mendalam tidak hanya dalam konteks ilmiah, tetapi juga dalam pengambilan kebijakan lingkungan. Data tentang pergeseran kutub rotasi Bumi akan menjadi alat yang penting untuk konservasionis dan pembuat kebijakan dalam merumuskan langkah-langkah menghadapi perubahan iklim.

Seo juga menekankan, “Mengamati perubahan kutub rotasi Bumi sangat berguna untuk memahami variasi penyimpanan air skala benua.” Pengetahuan ini sangat relevan dalam upaya mitigasi atau adaptasi terhadap efek yang dihasilkan oleh perubahan iklim.

Memahami dampak aktivitas manusia terhadap planet sangat penting dalam merancang solusi yang efektif untuk mengurangi efek negatif yang mungkin mengancam banyak wilayah akibat kenaikan permukaan laut.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemompaan Air Tanah dan Dampaknya terhadap Pergeseran Kutub Rotasi Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!