Osteoarthritis Lutut: Mengetahui Penyebab, Pengobatan, dan Pembahasan Operasi
Osteoarthritis lutut merupakan kondisi yang umum dialami oleh masyarakat, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini ditandai dengan nyeri dan kesulitan saat beraktivitas, yang memerlukan perhatian medis serius.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Menurut dr. Ivan Mucharry Dalitan, seorang dokter spesialis orthopedi, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada tulang rawan dan mengarah pada nyeri hebat akibat kontak antar tulang.
Osteoarthritis lutut terjadi ketika tulang rawan pelindung pada sendi lutut mengalami kerusakan. Dr. Ivan menjelaskan, 'Kalau misalnya kita bahas osteoarthritis lutut, jadi peradangan pada sendi dan utamanya pada sendi lutut.'
Gejala awal sering kali tidak disadari, tetapi seiring waktu, pasien mulai merasakan nyeri yang signifikan saat beraktivitas. Dr. Ivan melanjutkan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan atrofi otot dan pengeroposan tulang jika tidak diobati.
Dampak dari osteoarthritis tidak hanya terbatas pada rasa sakit fisik, tetapi juga kualitas hidup penderita. 'Ya, bisa, karena untuk pasien yang benar-benar lututnya sakit sekali, akhirnya terpaksa menggunakan kursi roda,' tambah dr. Ivan.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Pengobatan osteoarthritis tidak selalu melibatkan operasi, terutama pada tahap awal. Dr. Ivan menjelaskan bahwa 'Minimal, akan dicoba metode konservatif terlebih dahulu,' yang mencakup penurunan berat badan dan latihan fisik yang aman.
Jika metode konservatif tidak menunjukkan kemajuan, operasi menjadi pilihan. Operasi penggantian lutut, baik konvensional atau teknologi robotik, merupakan solusi bagi pasien dengan kondisi lanjut.
Dr. Ivan menyatakan, 'Dalam operasi penggantian lutut, terdapat implan yang akan dimasukkan ke dalam lutut.' Teknologi robotik VELYS™ memastikan pemotongan tulang yang presisi untuk stabilitas implan.
Pasien sering kali menghadapi kekhawatiran mengenai operasi penggantian lutut. Dr. Ivan menyatakan, 'Jadi yang paling ditakutkan pasien itu pasti adalah komplikasi operasi,' serta prihatin mengenai durasi pemulihan.
Di balik kekhawatiran tersebut, penting untuk memahami bahwa operasi dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien. Perlunya kerjasama tim medis juga ditekankan, terutama bila terdapat komorbid.
Perawatan pasca-operasi, seperti rehabilitasi dan fisioterapi, menjadi perhatian utama dalam mempercepat pemulihan. Faktor nutrisi juga berperan penting dalam mengurangi nyeri setelah operasi, mendukung proses penyembuhan yang nyaman.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: