BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 08 DESEMBER 2025 • 11:33 WIB

Fenomena Putus Asa dalam Pencarian Kerja di Indonesia

Fenomena Putus Asa dalam Pencarian Kerja di IndonesiaFenomena Putus Asa dalam Pencarian Kerja di Indonesia

Fenomena putus asa mencari pekerjaan di Indonesia semakin memburuk, dengan lebih dari 6.000 lulusan pascasarjana S2 dan S3 merasa terjebak tanpa harapan. Laporan terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah individu yang berhenti mencari pekerjaan.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Menurut laporan berjudul 'Membaca Sinyal Putus Asa di Pasar Kerja Indonesia', meskipun jumlah tersebut tergolong kecil, keberadaan lulusan yang putus asa memperlihatkan masalah struktural dalam pasar kerja yang tidak terlihat dari indikator konvensional. Data ini membuka diskusi tentang tantangan serius yang dihadapi pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja yang berkualitas.

Tingkat Putus Asa di Kalangan Lulusan Pendidikan Tinggi

Laporan LPEM FEB UI mencatat sekitar 45.000 lulusan S1 dan lebih dari 6.000 lulusan S2 dan S3 masuk dalam kategori putus asa dalam pencarian kerja. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ketenagakerjaan bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berpendidikan rendah, tetapi juga oleh lulusan pendidikan tinggi.

Mengacu pada Survei Angkatan Kerja Nasional 2025 oleh BPS, proporsi pengangguran putus asa menunjukkan bahwa lulusan SD, yang tidak tamat SD, mendominasi dengan 50,07%, diikuti oleh lulusan SMP, SMA, HSMK, serta lulusan diploma dan sarjana. Lulusan pascasarjana S2 dan S3, meskipun hanya 0,35%, menunjukkan tantangan tersendiri dalam menemukan pekerjaan sesuai kualifikasi.

Data ini mengindikasikan adanya kesenjangan yang signifikan antara pendidikan tinggi dan peluang kerja yang tersedia, serta perlunya analisis lebih dalam terhadap struktur pasar kerja di Indonesia.

Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan

Alasan Di Balik Putus Asa Mencari Kerja

Rasa putus asa dalam mencari pekerjaan seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain keyakinan bahwa peluang kerja sudah sangat terbatas. Selain itu, pengalaman kerja yang dianggap kurang serta keterampilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar memperburuk situasi yang dialami banyak pencari kerja.

Lembaga internasional seperti International Labour Organization (ILO) dan Bank Dunia menyebut kelompok ini sebagai 'discouraged workers', yang menyerah mencari pekerjaan akibat berbagai hambatan struktural dan psikologis. Fenomena ini mencerminkan kondisi pasar kerja yang mengkhawatirkan, di mana banyak individu lebih memilih diam daripada mengajukan lamaran kerja yang berpotensi gagal.

Kondisi ini menandakan perlunya kebijakan yang lebih responsif dari pemerintah dan pihak swasta untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja yang mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan calon pekerja.

Persepsi Gender dan Pengaruhnya terhadap Pengangguran

Laporan juga menunjukkan bahwa laki-laki mendominasi kelompok pengangguran putus asa dengan persentase sekitar 69%, sedangkan perempuan menyumbang sepertiga dari total. Norma sosial yang mengharapkan laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama meningkatkan tekanan bagi kelompok ini saat mencari pekerjaan.

Kendala yang dihadapi perempuan lebih kompleks, termasuk kurangnya dukungan pengasuhan dan norma terkait peran domestik. Diskriminasi berdasarkan usia dan status perkawinan dalam proses rekrutmen juga menambah kesulitan bagi para perempuan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

Bank Dunia mencatat bahwa perempuan di Indonesia mengalami lebih banyak kesulitan dalam transisi dari pendidikan ke dunia kerja, akibat peluang kerja formal yang semakin terbatas. Hal ini berkontribusi pada meningkatnya jumlah perempuan yang putus asa dalam pencarian kerja.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Putus Asa dalam Pencarian Kerja di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!