Waspadai Tanda-Tanda Kelebihan Gula pada Tubuh Anda
Konsumsi gula yang berlebihan menjadi perhatian utama bagi kesehatan masyarakat. Selain menambah berat badan, ada tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai sebagai efek samping dari pola makan tersebut.
Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Ahli kesehatan merekomendasikan untuk memperhatikan gejala yang muncul akibat konsumsi gula berlebih agar komplikasi serius dapat dicegah. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat adalah langkah yang dianjurkan.
Menurut dr. Lela Ahleman, spesialis dermatologi dan gizi, ada lima gejala utama yang dapat muncul akibat konsumsi gula berlebihan. Pertama, adanya penambahan berat badan disertai rasa lapar yang terus-menerus.
Dokter Ahleman menjelaskan bahwa, 'Ketika Anda selalu lapar, Anda akhirnya makan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.'
Kedua, kemunculan jerawat pada kulit diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1). Ia menambahkan, 'Bersama dengan insulin, IGF-1 merangsang kelenjar sebaceous dan keratinisasi berlebihan di area sebaceous, yang menyebabkan kelenjar tersebut tersumbat, sehingga menimbulkan jerawat dan peradangan.'
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Konsumsi gula berlebih juga berpotensi memicu perubahan suasana hati yang signifikan. Dr. Ahleman menjelaskan, 'Ini disebut hipoglikmia, yang kemudian menyebabkan keinginan makan yang kuat. Pada beberapa orang, hal ini juga menyebabkan perubahan suasana hati dan mudah marah.'
Lebih jauh, konsumsi gula dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ia menegaskan, 'Biasanya, gula diserap oleh tubuh melalui usus kecil. Namun, jika jumlah gula sederhana yang dikonsumsi melebihi kapasitas usus kecil kita, maka gula tersebut akan berakhir di usus besar.'
Menurutnya, bakteri di usus besar memakan gula berlebihan, dan 'pemberian makanan secara selektif menyebabkan perkembangan bakteri ini.' Peradangan tanpa gejala ini dapat mempercepat penuaan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Lebih lanjut, konsumsi gula yang berlebihan terbukti berdampak negatif pada kualitas kulit. Dr. Ahleman menekankan, 'Secara ilmiah, konsumsi gula yang tinggi menyebabkan pembentukan produk akhir glikasi lanjut atau Advanced Glycation End Products (AGEs), yang merusak serat kolagen.'
Dia mengungkapkan bahwa kelebihan AGEs dapat membuat serat kolagen menjadi kaku dan rapuh. 'Ketika terlalu banyak AGEs, serat kolagen kita menjadi kaku, rapuh, dan mengalami degenerasi,' tambah dr. Ahleman.
Kondisi tersebut menghambat kemampuan tubuh dalam memperbaiki dirinya sendiri, yang pada gilirannya mengakibatkan penurunan kualitas kolagen. Hal ini menjelaskan perlunya pemeriksaan dan perhatian terhadap asupan gula yang dikonsumsi.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: