BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 22 DESEMBER 2025 • 11:51 WIB

Sejarah dan Makna Hari Ibu di Indonesia: Lebih dari Sekadar Perayaan

Sejarah dan Makna Hari Ibu di Indonesia: Lebih dari Sekadar PerayaanSejarah dan Makna Hari Ibu di Indonesia: Lebih dari Sekadar Perayaan

Setiap 22 Desember, Indonesia merayakan Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan terhadap pencapaian perempuan dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan

Tanggal tersebut berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diadakan di Yogyakarta pada tahun 1928, menciptakan tonggak sejarah emansipasi wanita di Tanah Air.

Dasar Perayaan Hari Ibu

Hari Ibu di Indonesia berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang digelar di Yogyakarta. Dalam kongres ini, berbagai perwakilan perempuan berkumpul untuk memperjuangkan hak-hak mereka di berbagai sektor kehidupan.

Kongres tersebut melahirkan Perikatan Perempuan Indonesia (PPI), yang menjadi fondasi bagi organisasi perempuan di tanah air. Melalui wadah ini, perempuan Indonesia mulai menuntut hak dalam pendidikan, kesehatan, dan pernikahan, isu yang sangat krusial pada waktu itu.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan

Penetapan Hari Ibu Nasional

Hari Ibu Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 pada 22 Desember. Penetapan ini bertepatan dengan hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia I, sebagai bentuk penghormatan pemerintah terhadap kontribusi perempuan.

Makna Hari Ibu di Indonesia berbeda dari tradisi di negara lain. Peringatan ini lebih dari sekadar hari perayaan; ia merupakan pengakuan atas perjuangan perempuan untuk hak-hak mereka.

Tema dan Arti Peringatan Hari Ibu 2025

Untuk tahun 2025, tema peringatan Hari Ibu adalah 'Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045'. Tema ini menekankan pentingnya kemandirian dan kreativitas perempuan dalam pembangunan bangsa.

Logo peringatan yang menampilkan setangkai melati putih merepresentasikan kesucian dan keikhlasan, sedangkan angka 97 menggambarkan panjangnya perjuangan perempuan. Dengan slogan 'Merdeka Melaksanakan Dharma', peringatan ini menegaskan komitmen perempuan dalam pembangunan yang inklusif.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Mendukung Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sejarah dan Makna Hari Ibu di Indonesia: Lebih dari Sekadar Perayaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!