Fakta Tentang Kuning Telur dan Kesehatan Jantung: Rekomendasi Ahli
Stereotip kuning telur sebagai penyebab kolesterol tinggi masih melekat di benak sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, pemahaman yang lebih dalam diperlukan untuk menyikapi konsumsi kuning telur secara bijak.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Para ahli gizi dan spesialis jantung berupaya menjernihkan mitos ini dengan menjelaskan kandungan nutrisi kuning telur dan dampaknya terhadap kesehatan jantung.
Kuning telur dikenal kaya akan nutrisi, meski seringkali dipandang negatif karena kolesterolnya. Dr. Rita R, DCN, M Kes, menjelaskan bahwa kepercayaan yang salah terkait kuning telur menimbulkan kebiasaan masyarakat yang cenderung membuang bagian tersebut.
Ia menegaskan, 'Di sini salah kaprah sekali,' menyatakan bahwa makanan lain seperti daging merah dan gorengan justru memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi. Penting untuk menggali lebih dalam mengenai pengaruh lapisan lemak jenuh dalam pola makan.
Dr. Rita juga menyoroti bahwa kuning telur terkandung biotin yang berperan penting dalam metabolisme tubuh, termasuk dalam pembentukan vitamin D. Oleh karena itu, kuning telur merupakan bagian yang tidak bisa diabaikan dalam diet yang seimbang.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Dalam rekomendasi yang diajukan, Dr. Rita menyarankan konsumen untuk membatasi asupan kuning telur sebanyak lima butir per minggu atau satu butir setiap harinya. Dia juga mengingatkan untuk lebih memperhatikan asupan daging merah yang berlemak dan berbagai panganan yang diolah dengan cara serta bahan yang tidak sehat.
Dukungan serupa datang dari Dr. Hasjim H, SpJP, seorang spesialis jantung, yang menyatakan bahwa satu butir kuning telur sudah mencukupi kebutuhan kolesterol harian tubuh. Ia menekankan bahwa penting untuk memperhatikan keseluruhan pola makan.
Dr. Hasjim juga menambahkan bahwa banyak jenis makanan lain dapat memengaruhi kadar kolesterol. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang harus menjadi prioritas.
Ahli gizi dan spesialis jantung sepakat bahwa menghindari kuning telur bukan solusi untuk kesehatan jantung. Mereka menilai pentingnya mengombinasikan kuning telur dengan makanan sehat lainnya dalam diet sehari-hari.
Dr. Hasjim mengemukakan, 'Kalau dibilang apakah tidak boleh makan telur? Saya sih kurang setuju.' Ucapannya menggambarkan pentingnya konsumsi secara moderat dalam konteks diet yang lebih luas.
Konsistensi dalam pola makan yang seimbang sangat esensial untuk mencegah risiko penyakitan, terutama penyakit jantung. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat harus diminimalisir agar kualitas hidup terjaga.
Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: