BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 19:25 WIB

Wabah Flu Parah Melanda Amerika dengan Varian 'Super Flu'

Wabah Flu Parah Melanda Amerika dengan Varian Super FluWabah Flu Parah Melanda Amerika dengan Varian 'Super Flu'

Musim flu di Amerika Serikat tahun ini mencatatkan peningkatan yang signifikan dengan 4,6 juta kasus dan 49 ribu pasien dirawat inap, menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penyebaran varian terbaru, yang dikenal sebagai 'super flu' atau Subclade K, tidak menunjukkan tanda-tanda pelambatan meskipun puncak musim biasanya diperkirakan hingga Februari.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Pandemi Flu dan Varian Subclade K

Varian Subclade K adalah mutasi dari influenza A (H3N2) yang menjadi penyebab utama kenaikan tajam kasus flu di Amerika Serikat. Hingga pertengahan November, varian ini menyumbang hampir 50% dari total kasus flu yang dilaporkan.

Pakar kesehatan memperingatkan bahwa gejala yang ditimbulkan oleh varian ini jauh lebih serius dibandingkan infeksi pernapasan biasa. Hal ini membuat pencegahan dan penanganan awal sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Gejala dan Komplikasi yang Timbul

Gejala umum dari varian ini mencakup demam tinggi, kelelahan signifikan, nyeri otot yang luar biasa, sakit tenggorokan, menggigil, pilek, serta risiko keterlibatan saluran pencernaan seperti muntah atau diare.

Dr. Amanda Kravitz, seorang dokter anak di Weill Cornell Medicine, menambahkan, 'Gejalanya sangat intens dan muncul dengan sangat cepat.' Masyarakat diingatkan untuk waspada, mengingat virus ini sangat menular dan meningkatkan risiko rawat inap.

Penyebaran Internasional dan Dampaknya

CDC melaporkan bahwa hingga 13 Desember, tercatat 1.900 kematian akibat flu, dengan varian 'super flu' ini juga mulai menyebar ke negara lain seperti Inggris dan Kanada. Ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya domestik tetapi telah menjadi tantangan global.

Neil Maniar, Direktur Program Magister Kesehatan Masyarakat di Northeastern University, mengungkapkan kekhawatirannya, 'Varian dominan tahun ini tidak terlalu selaras dengan vaksin, sehingga lebih banyak orang yang rentan terinfeksi.' Hal ini meningkatkan tekanan pada sistem kesehatan dan menyerukan perlunya penyesuaian pada program vaksinasi.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Wabah Flu Parah Melanda Amerika dengan Varian 'Super Flu'

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!