Tragedi di Medan: Siswi SD Terlibat Kasus Pembunuhan Ibu, Dampak Kekerasan Jadi Motif
Polrestabes Medan telah mengungkap motif yang melatarbelakangi tindakan tragis yang dilakukan oleh seorang siswi berinisiatif A terhadap ibunya, FS. Kejadian yang mengguncang warga Medan ini mengindikasikan dampak kekerasan dalam rumah tangga yang telah lama terjadi.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak menjelaskan, A melakukan pembunuhan setelah mengalami perlakuan keras dari sang ibu, termasuk ancaman dengan senjata tajam. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Medan Sunggal pada 10 Desember, saat A berusia 12 tahun.
Kejadian ini berlangsung di Kecamatan Medan Sunggal, di mana A menghabisi nyawa ibunya dengan menusukkan pisau. Penyerangan ini terjadi pada malam hari, setelah A terbangun dan melihat ibunya sedang tertidur di sampingnya.
Kombes Pol Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa pelaku telah lama menyimpan emosi negatif terhadap ibunya, akibat tindakan kekerasan yang terus-menerus ia alami. Tindakan kekerasan tersebut tidak hanya terjadi sesekali, melainkan berlangsung dalam waktu yang lama.
Calvijn menambahkan bahwa tindakan kekerasan tersebut mencakup ancaman dengan pisau serta pemukulan, yang memperburuk keadaan emosional A.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Kapolrestabes menyatakan bahwa korban sering melakukan pengancaman terhadap suami dan anak-anaknya. A dan saudaranya, Hindran, sering kali menjadi sasaran pemukulan dengan berbagai benda, termasuk sapu dan tali pinggang.
Akibat perlakuan ini, emosi A semakin tertekan, yang menyebabkan tindak kekerasan meningkat. Selain faktor kekerasan fisik, penghapusan akses A terhadap game online juga menjadi faktor pemicu lain.
Dijelaskan bahwa A merasa sangat sakit hati setelah ibunya menghapus permainan 'Murder Mystery' dari ponselnya, menjadi salah satu alasan A mengambil tindakan ekstrem.
Calvijn mengungkapkan bahwa A baru-baru ini terpengaruh oleh game 'Murder Mystery' bersama dengan serial anime Detektif Conan. Dia menjelaskan, 'Adik melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Dia juga menonton serial Anime Detektif Conan episode 271 pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau.'
Tindakan A diduga dipicu oleh inspirasi dari game dan tayangan tersebut, yang dapat mengubah cara pandangnya terhadap kekerasan. Kombes Pol Calvijn menekankan bahwa sistem peradilan pidana anak akan digunakan dalam menangani kasus ini dengan serius.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya memahami dampak media dan kekerasan dalam rumah tangga terhadap kesehatan mental dan perilaku anak-anak.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: