Peningkatan Risiko Polip Usus pada Pelari Jarak Jauh Menurut Penelitian Terbaru
Sebuah studi terbaru yang dipresentasikan pada American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2025 mengungkapkan bahwa pelari jarak jauh berisiko lebih tinggi mengalami advanced adenomas, polip usus berpotensi kanker.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Dalam penelitian yang melibatkan 100 pelari marathon dan ultramarathon berusia 35 hingga 50 tahun, hampir setengah dari partisipan ditemukan memiliki polip usus.
Tingkat prevalensi advanced adenomas di kalangan pelari marathon mencapai 15%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan populasi usia 40-49 tahun yang hanya berkisar antara 1,2% hingga 6%.
Dr. Timothy L. Cannon, seorang onkolog dari Inova Schar Cancer Institute, mencatat, 'Setelah bertemu tiga atlet ekstrem dengan kanker usus besar stadium IV sebelum usia 40 tahun, saya mulai curiga ada kaitannya.'
Studi ini menunjukkan bahwa 30% partisipan melaporkan mengalami perdarahan rektal, dengan 53% dari mereka yang memiliki advanced adenomas dibandingkan 22% pada mereka yang tidak memiliki lesi berbahaya.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Peneliti menduga bahwa selama berlari jarak jauh, aliran darah dialihkan ke otot kaki, sehingga menyebabkan usus mengalami kekurangan suplai darah atau iskemia.
Kondisi ini dapat memicu peradangan dan kerusakan sel yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya mutasi.
Polarisasi pola makan juga menjadi perhatian, di mana Dr. Cannon menyatakan, 'Banyak pelari mengonsumsi bar dan gel ultra-proses, minum dari botol plastik jauh lebih sering, dan sepertiga peserta bahkan vegetarian atau vegan.'
Profesor gastroenterologi dari Indiana University, Dr. Thomas F. Imperiale, menyoroti adanya keterbatasan dalam metodologi yang digunakan, termasuk data historis yang kurang memadai sebagai pembanding.
'Patokan perbandingan prevalensi adenoma lanjut sebesar 1,2% didasarkan pada data kolonoskopi skrining dari 25 tahun yang lalu,' ujarnya.
Dr. Hamed Khalili dari Harvard Medical School juga menekankan pentingnya studi lebih besar untuk mendapatkan hasil lebih meyakinkan, dengan menyatakan, 'Ukuran sampelnya kecil, jadi tidak jelas apakah perbedaan yang diamati hanyalah masalah pengambilan sampel.'
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: