Tantangan Terbesar Generasi Z dalam Mencapai Dunia Kerja di Era Pascapandemi
Generasi Z menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan di tahun 2026, terpengaruh oleh dampak berkelanjutan dari pandemi Covid-19. Kehilangan pengalaman dan keterampilan sosial menghambat mereka untuk bersaing di pasar kerja yang ketat.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Data mencerminkan fenomena NEET, di mana hampir satu juta orang berusia 16-24 tahun tidak terlibat dalam pendidikan atau pekerjaan. Hal ini menegaskan betapa sulitnya generasi ini beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja modern.
Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan peluang kerja untuk generasi muda. Laporan dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan banyak generasi Z yang kesulitan menemukan pekerjaan perdana setelah lulus.
Julie Leonard, Chief Impact Officer di Shaw Trust, mengatakan, "pembelajaran daring dan keterbatasan interaksi selama lockdown 2020 menciptakan kesenjangan sosial bagi Generasi Z." Hal ini mengakibatkan hilangnya banyak kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan penting.
Secara khusus, individu berusia 20 hingga 24 tahun mengalami pengurangan dalam pengalaman kerja dan keterampilan lunak yang diperlukan. Leonard menambahkan bahwa generasi muda kehilangan kesempatan untuk melatih keterampilan etiket kerja, seperti "komunikasi dan kolaborasi."
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Penelitian dari KPMG dan PwC mengungkapkan bahwa banyak pekerja muda tidak memiliki keterampilan esensial untuk sukses di dunia kerja. Menghadapi tantangan ini, PwC mulai memberikan pelatihan ketahanan dan keterampilan interpersonal pada tahun 2025.
Leonard menekankan bahwa "Banyak orang muda yang kehilangan tahun-tahun penting di bangku pendidikan tatap muka, sehingga mereka tidak siap untuk memasuki pasar kerja yang telah berubah drastis."
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan baru dalam pelatihan untuk membantu generasi muda menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia kerja saat ini. Perusahaan yang fokus pada pengembangan keterampilan diharapkan dapat memfasilitasi transisi mereka ke dalam lingkungan kerja.
Leonard merekomendasikan agar generasi muda mengejar pekerjaan dengan cara yang lebih tradisional. "Buat CV, datangi langsung toko-toko, ajak bicara manajer," ujarnya, menekankan pentingnya interaksi langsung dalam pencarian kerja.
Menurutnya, usaha kecil dan menengah menjadi tempat yang ideal bagi pencari kerja untuk mengembangkan ketahanan dan kepercayaan diri. "Inilah jenis pekerjaan yang kami lakukan: membimbing, membangun resiliensi, dan membangun kepercayaan diri agar mereka berani melangkah," tuturnya.
Pendekatan ini mendorong generasi muda untuk terlibat langsung dalam pencarian pekerjaan, bukan hanya bergantung pada pengiriman CV yang rentan ditolak oleh sistem otomatis.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: