BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 13:29 WIB

Pengeroyokan Terhadap Guru SMK Negeri 3 Jambi: Kronologi dan Tanggapan Resmi

Pengeroyokan Terhadap Guru SMK Negeri 3 Jambi: Kronologi dan Tanggapan ResmiPengeroyokan Terhadap Guru SMK Negeri 3 Jambi: Kronologi dan Tanggapan Resmi

Dalam insiden yang terjadi pada 13 Januari 2026, Agus Saputra, seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, menjadi korban pengeroyokan oleh siswa-siswanya. Peristiwa ini berlangsung di lingkungan sekolah saat jam belajar, memicu kehebohan di media sosial.

Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Sebuah rekaman video yang menunjukkan aksi pengeroyokan tersebut menjadi viral, memperlihatkan Agus yang berusaha membubarkan kerumunan dengan mengacungkan celurit. Meskipun tujuannya adalah untuk mengendalikan situasi, insiden ini menyoroti ketegangan yang berkembang antara guru dan siswa.

Kejadian Awal dan Motivasi Pengajaran

Agus Saputra menceritakan, insiden ini bermula ketika seorang siswa menegurnya dengan kata-kata tidak sopan saat proses belajar berlangsung. "Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya," ujarnya.

Setelah mendengar ucapan tersebut, Agus segera memasuki kelas untuk meminta pertanggungjawaban siswa yang bersangkutan. Dalam perjalannya, dia menampar siswa itu setelah ditantang, sebuah tindakan yang ia anggap sebagai refleks dari ketegangan situasi.

Agus menekankan bahwa tindakannya itu bukanlah kekerasan, melainkan upaya mendidik. "Saya refleks menampar muka dia," jelasnya, menegaskan bahwa maksudnya bukan untuk menghina tetapi untuk memberi pelajaran.

Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China

Upaya Mediasi yang Gagal

Setelah insiden penamparan, guru-guru lain mencoba meredakan keadaan melalui mediasi. Namun, beberapa siswa merasa Agus telah menghina mereka dengan menyebutkan kata 'miskin'.

Agus membantah dugaan tersebut, menjelaskan bahwa kata-katanya dimaksudkan sebagai motivasi. "Saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek," ujarnya, menegaskan bahwa niatnya adalah memberikan semangat kepada para siswa.

Selama mediasi, Agus menawarkan berbagai pilihan kepada siswa, termasuk membuat petisi untuk menggantinya sebagai guru. Namun, siswa justru meminta permintaan maaf dari Agus, yang menyebabkan proses mediasi menemui jalan buntu.

Pengeroyokan dan Tindakan Lanjut

Setelah mediasi yang tidak membuahkan hasil, Agus melanjutkan perjalanan menuju ruang guru. Di sinilah pengeroyokan terjadi, ia menyatakan, "Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya."

Akibat dari tindakan tersebut, Agus melaporkan insiden ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Ia berharap agar masalah ini mendapat perhatian dan tindak lanjut yang sesuai.

Akibat pengeroyokan, Agus mengalami beberapa memar di tubuhnya, termasuk pada bagian pipi. Kasus ini telah menarik perhatian dari berbagai kalangan, terutama mengenai pentingnya penanganan konflik antara guru dan siswa di sekolah.

Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengeroyokan Terhadap Guru SMK Negeri 3 Jambi: Kronologi dan Tanggapan Resmi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!