BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 18 JANUARI 2026 • 20:22 WIB

Revolusi Keselamatan Berkendara: Mengapa Teknologi Rem ABS sangat Diperlukan di Indonesia

Revolusi Keselamatan Berkendara: Mengapa Teknologi Rem ABS sangat Diperlukan di IndonesiaRevolusi Keselamatan Berkendara: Mengapa Teknologi Rem ABS sangat Diperlukan di Indonesia

Pemerintah Indonesia mendukung penerapan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) untuk seluruh jenis sepeda motor yang beroperasi di jalanan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Menurut Kementerian Perhubungan, penerapan ABS adalah langkah maju menghadapi masalah keselamatan berkendara yang kian mendesak. Penelitian menunjukkan bahwa sistem ABS memiliki potensi besar dalam mengurangi kecelakaan sepeda motor.

Mengintegrasikan Teknologi untuk Keselamatan

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Yusuf Nugroho, mengungkapkan bahwa kemajuan dalam teknologi keselamatan kendaraan memungkinkan penerapan fitur canggih seperti rem ABS. Ia menjelaskan, 'Banyak fitur keselamatan kini dapat diimplementasikan di Indonesia, mulai dari rem ABS hingga sistem stability control yang secara otomatis membantu kendaraan bermanuver lebih aman.'

Dengan adanya teknologi ABS, pengendara diharapkan bisa melakukan manuver secara lebih aman dalam berbagai kondisi jalan. Hal ini sangat relevan dengan kondisi jalan di Indonesia yang sering kali dipenuhi tantangan.

Teknologi ABS bekerja untuk mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, membantu pengendara mempertahankan kontrol kendaraan dan meningkatkan stabilitas. Dengan demikian, penerapan teknologi ini menjadi sangat krusial dalam konteks keselamatan berlalu lintas.

Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus

Statistik Mencengangkan dan Dampak Penerapan ABS

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan peningkatan penjualan sepeda motor sebesar 2,1 persen pada November 2025. Namun, sistem keselamatan kendaraan dinilai masih belum seimbang dengan pertumbuhan tersebut.

Korlantas Polri mencatat bahwa sekitar 44 persen kecelakaan sepeda motor sepanjang 2024 disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman. Hal ini menyoroti pentingnya penerapan teknologi rem ABS yang dapat meningkatkan keselamatan pengendara.

Penelitian dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan ABS dapat mengurangi kecelakaan sepeda motor hingga 24 persen. Target penurunan fatalitas hingga 50 persen pada tahun 2030 menjadi cita-cita yang relevan dalam upaya menjaga keselamatan di jalan.

Mendorong Kerjasama untuk Keselamatan Jalan Raya

Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, menekankan perlunya kerjasama lintas sektor yang terintegrasi dalam kebijakan keselamatan jalan. Ia mencatat pentingnya meningkatkan perilaku pengguna jalan serta memperkuat standar kendaraan.

Rajni Gandhi, pemerhati dari lembaga nonpemerintah Road Safety India, menekankan perlunya perencanaan yang matang dalam menerapkan ABS pada semua sepeda motor. Contoh di India, di mana penerapan wajib rem ABS akan dimulai pada Januari 2026 tanpa mempertimbangkan kapasitas mesin, menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Inisiatif seperti ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi Indonesia untuk mengambil langkah serupa, demi keselamatan pengguna jalan yang kian meningkat.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Revolusi Keselamatan Berkendara: Mengapa Teknologi Rem ABS sangat Diperlukan di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!