Kasus Kontroversial: Guru di Jambi Ditetapkan Tersangka Setelah Cukur Rambut Siswa
Seorang guru honorer di Jambi, Tri Wulansari, ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak setelah tindakan kontroversial mencukur rambut siswa berambut panjang.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Menurut kepolisian, tindakan tersebut memenuhi unsur pidana sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, dan pihak keluarga siswa menolak mediasi yang diupayakan.
Kasat Reskrim Polres Muaro Jambi, AKP Hanafi Dita Utama, mengonfirmasi penetapan Tri Wulansari sebagai tersangka. "Benar sudah tersangka. Kami berkali-kali mengupayakan mediasi, tapi pihak keluarga siswa menolak," ungkap Hanafi dalam keterangan resmi.
Kasus ini terungkap setelah kejadian yang berlangsung pada bulan Maret 2025, di mana proses hukum baru mulai berjalan setelah upaya mediasi gagal karena penolakan keluarga siswa untuk mencabut laporan.
Mereka merasa tindakan guru tersebut adalah bentuk kekerasan, sehingga kepolisian harus meneruskan kasus ke ranah hukum.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan
Meskipun Tri Wulansari telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak penyidik berupaya menyelesaikan kasus tersebut melalui pendekatan restorative justice. "Kami sudah mencoba mediasi dengan melibatkan anggota dewan, tetapi pelapor tetap bersikeras agar guru Wulandari diproses hukum," jelas Hanafi.
Hanafi juga mengungkapkan bahwa mereka telah mengajukan permohonan kepada Bupati Muaro Jambi untuk membantu memediasi antara guru dan keluarga siswa. Upaya ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam mencari penyelesaian yang adil.
Namun, penolakan keluarga siswa menciptakan ketegangan lebih lanjut dalam penyelesaian kasus ini.
Peristiwa yang menimpa siswa tersebut berawal saat guru Wulansari melakukan razia setelah liburan sekolah. Ketika menemukan seorang siswa dengan rambut panjang dan berwarna pirang, dia mencukur rambut siswa dengan maksud menertibkan peraturan.
Namun, siswa tersebut melawan dan mengeluarkan kata-kata kasar, yang memicu reaksi guru untuk menamparnya. Tindakan ini menuai kritik keras dari orangtua siswa, yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
Kritik sosial atas tindakan guru menjadi sorotan, dan masyarakat mulai mendiskusikan pentingnya menghormati hak-hak anak dalam pendidikan.
Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: