Lebam di Tangan Presiden Trump: Dampak Aspirin Dosis Tinggi?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengonfirmasi kemunculan lebam di tangan kirinya setelah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Kondisi ini dijelaskan Trump sebagai akibat dari benturan saat penandatanganan dokumen dan dikaitkan dengan konsumsi aspirinnya yang tinggi.
Dalam sebuah wawancara di pesawat Air Force One, Trump menjelaskan bahwa lebam di tangannya muncul akibat tangannya yang terbentur meja.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan aspirin dosis tinggi yang rutin dilakukannya turut berkontribusi terhadap tampak jelasnya lebam tersebut.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Trump mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi 325 miligram aspirin setiap hari, jauh lebih tinggi dari dosis umum yang direkomendasikan untuk pencegahan serangan jantung.
Meskipun dokter kepresidenan, Dr. Sean Barbabella, menyatakan kesehatan Trump sangat baik, Presiden tetap memilih untuk melanjutkan kebiasaan ini.
"Saya tidak mau ambil risiko," tegas Trump, menekankan keputusan pribadinya meski ada saran medis.
Kemunculan lebam baru ini telah memicu berbagai spekulasi mengenai kesehatan Trump di kalangan masyarakat, terutama karena ia sebelumnya sering terlihat menggunakan makeup tebal.
Pihak Gedung Putih cepat menanggapi isu ini dengan menegaskan bahwa tidak ada kondisi medis serius yang terkait dengan lebam tersebut, dan penyebabnya hanya benturan fisik di Davos.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: