Risiko dan Manfaat Gas Nitrous Oxide: Dari Dunia Medis Hingga Penggunaan Rekreasional
Gas nitrous oxide semakin menjadi sorotan setelah berbagai insiden yang melibatkan penggunaannya, termasuk kasus kematian selebgram Lula Lahfah.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru
Meski dikenal luas dalam dunia medis dan kuliner, gas ini juga membawa serangkaian risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Gas nitrous oxide, atau dinitrogen monoksida, menjadi alat penting dalam dunia medis. Digunakan oleh dokter gigi dan tenaga medis, gas ini berfungsi sebagai anestesi dan penghilang rasa sakit, membantu pasien yang menjalani prosedur ringan.
Dalam sektor kuliner, nitrous oxide berperan dalam pembuatan whipped cream. Gas ini disuntikkan ke dalam krim, menciptakan tekstur yang lembut saat krim dikeluarkan dari dispenser.
Penggunaan nitrous oxide menjamin distribusi udara yang merata, berbeda dengan pengocokan manual yang sering kali menghasilkan kantong udara besar. Hasil akhir dari penggunaan gas ini ialah krim kocok yang halus dan konsisten.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Penggunaan gas nitrous oxide dalam otomotif dimulai sejak Perang Dunia II, memberikan dorongan tambahan pada mesin pesawat. Kendati penggunaannya di pesawat mulai menurun, gas ini tetap penting dalam dunia balap mobil.
Mulai tahun 1970-an, kit nitrous oxide atau NOS diperkenalkan untuk meningkatkan performa mobil balap, terutama di ajang drag race tahun 1980-an. Istilah ini akrab di telinga penggemar otomotif serta penggemar film balapan seperti Fast and Furious.
Namun, masyarakat umum sering kali tidak menyadari aplikasi gas ini di luar konteks balap mobil, menunjukkan pentingnya kesadaran terhadap penggunaannya di berbagai bidang.
Di luar penggunaannya yang sah, gas nitrous oxide juga digunakan secara rekreasional, menawarkan efek 'high' atau mabuk. Menurut Alcohol and Drug Foundation (ADF) Australia, gas ini termasuk dalam kategori obat disosiatif, memberi perasaan terpisah dari tubuh atau lingkungan.
Dikenal dengan sebutan seperti 'gas tertawa', 'nangs', dan 'whippet', pengguna sering kali menghirup gas ini dari balon yang diisi dengan kartrid. Efeknya terasa hampir seketika, namun berisiko jika dikonsumsi secara berlebihan.
Menghirup nitrous oxide tanpa pasokan oksigen yang cukup dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan serius, seperti penurunan tekanan darah, pingsan, dan bahkan serangan jantung. Risiko overdosis dapat berujung pada hipoksia, yang berpotensi fatal.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: