Mengungkap Penyebab Rasa Lapar Pasca Makan: Aspek Hormon dan Psikologis
Fenomena sering merasa lapar meskipun baru saja menyantap makanan ternyata memiliki sejumlah penyebab yang beragam. Dari pengaruh hormonal hingga faktor psikologis, pemahaman mendalam mengenai hal ini dapat memberi wawasan bagi banyak individu.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Salah satu penyebab utama seseorang merasakan lapar meskipun baru saja makan adalah ketidakseimbangan hormon. Hormon ghrelin, yang dikenal sebagai hormon lapar, diproduksi oleh lambung dan memberi sinyal pada otak agar kita ingin makan.
Ketika kadar ghrelin meningkat, perasaan lapar pun muncul meski perut sudah terisi. Berbagai kondisi, seperti stres atau kurang tidur, dapat memicu peningkatan produksi hormon ini.
Di samping ghrelin, hormon leptin juga berkontribusi dalam pengaturan rasa kenyang. Leptin mengirimkan sinyal kenyang ke otak; akan tetapi, jika tubuh tidak responsif terhadap leptin, nafsu makan tetap berlanjut.
Nafsu makan tidak hanya ditentukan oleh faktor fisik, tetapi juga oleh aspek psikologis. Banyak individu mengonsumsi makanan tidak hanya berdasarkan rasa lapar, tetapi juga karena emosi yang dialami.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Stres, misalnya, dapat menstimulus tubuh untuk memproduksi kortisol, yang berakibat pada peningkatan nafsu makan. Hal ini menjelaskan mengapa saat tertekan, banyak orang cenderung mencari camilan sebagai respons.
Selain itu, fenomena 'makan impulsif' menunjukkan bahwa banyak orang makan bukan karena merasa lapar, melainkan karena daya tarik makanan yang saat itu tersedia, seperti yang ditampilkan dalam iklan.
Kebiasaan makan yang tidak sehat, semisal makan terburu-buru atau memilih makanan yang tidak bergizi, dapat mempercepat rasa lapar setelah makan. Makanan yang kaya akan gula dan karbohidrat sederhana sering kali menyebabkan lonjakan cepat dalam kadar gula darah, yang diikuti oleh penurunan signifikan dan kembali timbulnya rasa lapar.
Mengambil porsi yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan tubuh merasa kekurangan nutrisi. Jika asupan gizi tidak diperhatikan dengan baik, orang akan merasakan lapar dalam waktu singkat.
Mengatur jadwal makan dan memilih makanan bergizi, yang kaya akan protein dan serat, dapat membantu menjaga rasa kenyang untuk durasi yang lebih lama.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: