BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:33 WIB

Kanker Usus: Ancaman Serius pada Generasi Muda di Indonesia

Kanker Usus: Ancaman Serius pada Generasi Muda di IndonesiaKanker Usus: Ancaman Serius pada Generasi Muda di Indonesia

Kasus kanker usus besar di Indonesia semakin meningkat, khususnya di kalangan individu berusia muda. Pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama yang memicu kenaikan prevalensi penyakit ini.

Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Spesialis gizi, dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, mengungkapkan hubungan antara rendahnya asupan serat dan vitamin dalam diet dengan risiko tinggi terhadap kanker kolorektal.

Peningkatan Kasus Kanker Kolorektal pada Usia Muda

Kenaikan jumlah kasus kanker kolorektal menjadi sorotan di Indonesia, dengan individu berusia 20 hingga 30 tahun menjadi kelompok yang paling terpengaruh. Dr Juwalita Surapsari menegaskan bahwa pola makan yang tidak sehat, termasuk rendahnya konsumsi sayur dan buah, berperan signifikan dalam fenomena ini.

Data menunjukkan bahwa risiko terjadinya kanker usus besar kini tidak lagi terbatas pada usia lanjut. 'Sekarang, usianya sudah mulai makin maju lho, yang kena itu umur 20-30 juga kena,' kata dr Juwalita dalam sebuah acara di Gedung Trans TV.

Pentingnya konsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin dan serat tidak bisa diabaikan. Keduanya memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan dapat membantu mencegah berbagai penyakit.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Kebiasaan Makan yang Berisiko

Dr Juwalita menyampaikan bahwa penanaman kebiasaan makan sehat perlu dilakukan dengan bijaksana. Memaksakan anak untuk mengonsumsi buah dan sayur bisa berakibat negatif, menimbulkan trauma yang justru menjauhkan mereka dari pola makan sehat.

Contohnya, dua pasien dewasa berusia 23 dan 27 tahun mengungkapkan kesulitan dalam mengonsumsi buah dan merasa jijik saat melakukannya. 'Nah, kalau usia dewasa sudah susah nih,' tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah perilaku makan tidak hanya terbatas pada anak-anak, tetapi juga sangat dekat dengan banyak orang dewasa yang sering kali mengabaikan pentingnya gizi dalam pola makan sehari-hari.

Data dan Statistik Kanker Usus di Indonesia

Menurut laporan awal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terdapat lima provinsi di Indonesia dengan populasi berisiko tinggi terhadap kanker usus. Provinsi tersebut adalah Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan total populasi berisiko sekitar 7,6 juta orang.

Kepala Tim Kerja Kesehatan dan Deteksi Dini Kemenkes RI, Rindu Rachmiati SKM M Epid, mengungkapkan bahwa kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar, yang mencakup kolon dan rektum. Kanker ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.

'Penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia. Angka kematian kolorektal laki-laki dan perempuan tidak terlalu jauh bedanya dibandingkan dengan misalkan perempuan payudara dan kanker serviks,' jelas Rindu, merujuk pada data dari International Agency for Research on Cancer (IARC).

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kanker Usus: Ancaman Serius pada Generasi Muda di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!