BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 15:16 WIB

Perbedaan Penentuan Awal Puasa 2026 di Indonesia: Sisi NU dan Muhammadiyah

Perbedaan Penentuan Awal Puasa 2026 di Indonesia: Sisi NU dan MuhammadiyahPerbedaan Penentuan Awal Puasa 2026 di Indonesia: Sisi NU dan Muhammadiyah

Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah di Indonesia berpotensi berlangsung tidak serentak akibat perbedaan metode antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial

Kedua ormas ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam menentukan awal bulan, yang menimbulkan perbedaan tanggal pelaksanaan puasa.

Metode Penentuan Awal Bulan oleh Nahdlatul Ulama

Hingga kini, Nahdlatul Ulama belum mengumumkan secara resmi tanggal 1 Ramadhan 2026. Mereka tidak menetapkan awal bulan Hijriah secara mandiri, termasuk untuk bulan Ramadhan dan dua hari raya.

Menurut keputusan Muktamar ke-20 yang diadakan pada tahun 1954, NU mengikuti mekanisme ikhbar, yang berarti menyampaikan keputusan pemerintah kepada masyarakat.

Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan perhitungan awal Ramadhan dengan menggunakan metode hisab jama’i. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.02 WIB, dan tinggi hilal berada di minus 1 derajat 44 menit.

Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadhan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Perhitungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tidak seperti NU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H lebih awal, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sistem ini dibangun atas prinsip kesatuan hari dan tanggal secara global, di mana penentuan bulan baru mengandalkan parameter hisab, dengan syarat elongasi minimal 8 derajat dan ketinggian hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Perhitungan Muhammadiyah menunjukkan konjungsi terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 12.01 GMT. Berdasarkan parameter tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

Mengapa Perbedaan Ini Terjadi?

Perbedaan penetapan awal puasa ini muncul akibat pendekatan metodologis yang beragam. NU mengombinasikan hisab dan rukyat, serta mengikuti keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni yang berbasis pada kalender global yang telah ditentukan sebelumnya. Meskipun keduanya menggunakan perhitungan astronomi, kerangka fikih dan metodologi yang diterapkan berbeda.

Keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026 akan menjadi rujukan nasional. Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan jadwal puasa pada 18 Februari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perbedaan Penentuan Awal Puasa 2026 di Indonesia: Sisi NU dan Muhammadiyah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!