Indonesia Berambisi Menjadi Pusat Ekonomi Haji dan Umrah Global
Setiap tahun, lebih dari 200 ribu jemaah haji asal Indonesia berangkat ke Tanah Suci, sementara ibadah umrah melibatkan lebih dari 1,5 juta jemaah. Di balik angka tersebut, terdapat potensi besar untuk mengembangkan ekosistem ekonomi yang berkaitan dengan haji dan umrah.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru
Dengan sektor-sektor seperti akomodasi, transportasi, dan layanan pendukung, pemerintah berupaya menjadikan Indonesia pemain strategis dalam ekonomi tersebut. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengambil langkah konkret melalui kebijakan investasi yang bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui BPKH Limited dibentuk untuk berinvestasi langsung dalam ekosistem haji dan umrah. M. Arief Mufraini, Anggota BPKH Bidang Investasi Langsung, menjelaskan, "Orientasi awal pembentukan BPKH Limited adalah investasi langsung di ekosistem haji dan umrah."
Dengan tujuan mengubah Indonesia dari sekadar pembeli musiman menjadi pemain strategis, BPKH telah mengusulkan revisi regulasi untuk pengelolaan keuangan haji yang lebih komprehensif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan sektor-sektor terkait.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
BPKH telah memulai pengelolaan aset investasi, termasuk hotel dan sarana transportasi yang bertujuan untuk memberikan imbal hasil bagi jemaah haji. Kepala BP BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa pengembangan ini tidak bertujuan untuk komersialisasi ibadah.
"Kedaulatan ekonomi haji bukan komersialisasi ibadah, tetapi tata kelola ekonominya harus profesional, efisien, dan berpihak kepada jemaah," tegasnya. Strategi investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi yang beredar dan memberikan manfaat langsung bagi jemaah haji Indonesia.
Pengembangan Kampung Haji merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global. Rencana ini mencakup penciptaan ekosistem terpadu yang mendukung layanan, logistik, dan aktivitas ekonomi bagi jemaah.
Fadlul menekankan, "BPKH siap berkolaborasi dalam pengembangan Kampung Haji. Ini bukan agenda sektoral, melainkan agenda strategis nasional." Melalui langkah-langkah ini, Indonesia berharap dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang berkaitan dengan haji.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: