Penelitian Baru Terungkap: Faktor Genetik Mempengaruhi Harapan Hidup hingga 50%
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Sains Weizmann di Israel menunjukkan bahwa genetik berkontribusi sekitar 50% terhadap peluang seseorang untuk hidup hingga tua.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Temuan ini tidak hanya menekankan betapa pentingnya faktor genetik, tetapi juga memperhitungkan dampak mortalitas ekstrinsik seperti penyakit menular dan kecelakaan.
Ben Shenhar, seorang mahasiswa doktoral di bidang fisika yang memimpin penelitian ini, menegaskan bahwa banyak aspek yang mempengaruhi umur hidup, mulai dari gaya hidup hingga elemen genetik.
Shenhar mengungkapkan, "Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda."
Penelitian ini menggunakan data dari kembar Swedia dan Denmark pada abad ke-19, sehingga memberikan wawasan lebih dalam tentang faktor-faktor genetis yang menentukan usia.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun gen memiliki pengaruh besar, penting juga untuk memahami peran mortalitas ekstrinsik dalam memprediksi harapan hidup.
Para peneliti melakukan analisis mendalam terhadap data kembar, mencakup kembar yang meninggal pada usia 90 tahun karena penyebab alami dan mereka yang meninggal di usia lebih muda akibat penyakit menular.
Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik
Analisis ini memperlihatkan dampak signifikan dari faktor eksternal terhadap harapan hidup individu, terutama di masa lalu ketika tingkat mortalitas ekstrinsik jauh lebih tinggi.
Data mencatat bahwa sebelum penemuan antibiotik, penyakit menular mengakibatkan banyak kematian, yang menjadi pertimbangan penting dalam studi ini.
Sebagai contoh, incidens kecelakaan dan penyakit menular menunjukkan pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Uri Alon, penulis senior studi ini dan ahli biologi sistem di Institut Sains Weizmann, mengemukakan bahwa penelitian di masa lalu sering kali tidak memasukkan unsur mortalitas ekstrinsik dalam analisisnya.
"Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik," jelas Alon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: