Penjelasan dr. Piprim Terkait Ketidakhadiran di RS Fatmawati
Konsultan jantung anak senior, dr. Piprim Basarah Yanuarso, memberikan klarifikasi mengenai ketidakhadirannya selama 28 hari berturut-turut di RS Fatmawati. Ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya bukan disebabkan oleh malas atau menolak bekerja, tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Dalam konferensi pers pada Senin, 23 Februari 2026, dr. Piprim menyatakan bahwa setelah mendapat mutasi jabatan, ia tetap menjalankan tugasnya di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), meskipun akses praktiknya terputus.
Dr. Piprim menjelaskan bahwa ia tidak hadir di RS Fatmawati bukan karena alasan malas. Ia mengungkapkan, 'Saya berhenti kerja itu ketika akses DPJP saya diputus di RSCM bulan Oktober.'
Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang dihadapinya adalah akibat dari kebijakan yang mengubah hak aksesnya sebagai dokter. 'Jadi, absennya saya ke Fatmawati bukan karena saya malas, tapi saya sudah tawarkan opsi,' tambahnya.
Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus
Sebagai pendidik klinis, dr. Piprim memiliki peran signifikan dalam mendidik mahasiswa kedokteran dan dokter spesialis. Ia menegaskan, 'Walaupun dibedakan, saya itu dokter pendidik klinis, bukan dokter sekadar layanan saja.'
Pentingnya peran ini dianggap dr. Piprim vital untuk pemerataan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. 'Dengan saya menjalankan fungsi pendidikan, saya mencetak dokter-dokter konsultan jantung anak yang akan ditempatkan di berbagai provinsi di Indonesia,' ungkapnya.
Dr. Piprim mengharapkan agar polemik yang muncul tidak disederhanakan hanya menjadi pelanggaran administratif. Ia menyatakan, 'Jangan dipelintir seolah-olah ini hanya pelanggaran disiplin. Ini juga bentuknya hukuman terhadap organisasi pendidikan.'
Dalam penjelasannya, dr. Piprim menginginkan masyarakat dapat memahami konteks lebih luas mengenai perannya dalam sistem kesehatan. Dengan begitu, nilai-nilai pendidikan tetap terjaga dalam distribusi tenaga medis di Indonesia.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: