BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 23:35 WIB

Risiko Kesehatan Masuknya Gula Berlebih Saat Berbuka Puasa

Risiko Kesehatan Masuknya Gula Berlebih Saat Berbuka PuasaRisiko Kesehatan Masuknya Gula Berlebih Saat Berbuka Puasa

Dalam tradisi berbuka puasa, banyak orang memilih hidangan manis sebagai pilihan awal. Namun, asupan gula yang berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan

Dr. Rina, seorang ahli gizi, mengingatkan bahwa kebiasaan makan tidak seimbang selama bulan Ramadhan bisa berdampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Gula sebagai Sumber Energi Instan

Ketika berbuka puasa, banyak individu cenderung mengonsumsi makanan manis untuk memulihkan energi dengan cepat. Walaupun gula dapat memberikan dorongan energi, kelebihan gula justru dapat menyebabkan tubuh merasa lemas.

Lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan manis dapat mengakibatkan energi yang menguap dengan cepat, sehingga menimbulkan rasa lelah meskipun baru saja berbuka.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Dampak Jangka Panjang dari Konsumsi Gula Berlebih

Konsumsi gula berlebih tidak hanya berdampak jangka pendek tetapi juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan obesitas. Peneliti dari Universitas Indonesia mencatat bahwa peningkatan konsumsi gula merupakan salah satu penyebab utama masalah kesehatan masyarakat.

Selain itu, tingginya asupan gula dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko kardiovaskular. Hal ini disebabkan kadar lemak dalam darah yang meningkat, berpotensi memicu penyakit jantung di kemudian hari.

Alternatif Sehat untuk Berbuka

Sebagai solusi, disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan segar atau kurma sebagai pilihan camilan saat berbuka. Buah-buahan mengandung gula alami dan serat yang lebih bermanfaat untuk pencernaan.

Dokter gizi menyarankan untuk fokus pada asupan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum, yang memberikan energi secara bertahap dan stabil. Dengan memperhatikan pola makan yang seimbang, kesehatan selama bulan Ramadhan dapat terjaga dengan baik.

Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Kesehatan Masuknya Gula Berlebih Saat Berbuka Puasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!