Meneliti Hubungan Badai Matahari dan Risiko Gempa Bumi
Studi terbaru yang dimuat dalam International Journal of Plasma Environmental Science mengklaim adanya kaitan antara badai Matahari dan peristiwa gempa bumi di Bumi.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Penelitian ini menyoroti perubahan di ionosfer yang dinilai bisa memengaruhi kondisi di zona patahan yang sudah rentan terhadap gempa.
Menurut studi ini, badai Matahari dapat mengganggu ionosfer, yaitu lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel bermuatan listrik. Gangguan ini diduga dapat memengaruhi stabilitas garis patahan yang dapat mengakibatkan gempa bumi.
Para peneliti berpendapat bahwa perubahan dalam ionosfer berpotensi meningkatkan gaya listrik di dalam lapisan kerak Bumi. Jika klaim ini terbukti, dapat berimplikasi besar terhadap pemahaman kita tentang risiko gempa bumi yang selama ini diabaikan.
Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan
Meski studi ini menarik perhatian, tidak semua ilmuwan sepakat dengan temuan yang dihasilkan. Sebagian peneliti mengingatkan bahwa model penelitian ini terlalu disederhanakan, mengabaikan kompleksitas geologis yang sebenarnya.
Victor Novikov, seorang geofisikawan di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menuturkan bahwa hasil pengamatan yang ada tidak mendukung tesis yang diajukan. Ia menegaskan bahwa model yang diterapkan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari lapisan batuan yang bisa menekan medan listrik.
Penelitian ini berupaya menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivitas matahari dan gempa bumi tertentu, salah satunya gempa di Semenanjung Noto pada tahun 2024 yang terjadi bersamaan dengan aktivitas letusan matahari yang tinggi.
Walaupun sebagian besar ilmuwan skeptis terhadap hubungan yang diajukan, mereka sepakat bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi kemungkinan hubungan lebih lanjut antara cuaca antariksa dan fenomena geologi.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: