BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 14:03 WIB

Mahindra Tanggapi Permintaan Penundaan Impor Pick Up Scorpio ke Indonesia

Mahindra Tanggapi Permintaan Penundaan Impor Pick Up Scorpio ke IndonesiaMahindra Tanggapi Permintaan Penundaan Impor Pick Up Scorpio ke Indonesia

Mahindra, produsen kendaraan asal India, memastikan belum menerima pemberitahuan resmi terkait penundaan impor pick up Scorpio ke Indonesia. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul permintaan penundaan dari berbagai pihak di dalam negeri.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Anggota DPR dari Kalangan Selebritas

Perusahaan ini mengonfirmasi bahwa telah menerima pesanan untuk 35.000 unit pick up Scorpio dari Agrinas Pangan Nusantara, termasuk uang muka sebesar 30 persen dari total nilai pesanan.

Klarifikasi Mahindra terkait Pesanan Ekspor

Mahindra menjelaskan bahwa hingga saat ini belum adanya komunikasi dengan pihak Indonesia mengenai potensi penundaan impor. Dalam rilis yang diterbitkan pada 3 Maret 2026, perusahaan ini menegaskan bahwa mereka mendapatkan pesanan ekspor terbesar yang pernah mereka terima.

Pesanan tersebut mencakup 35.000 unit kendaraan komersial ringan, yang direncanakan akan dikirimkan tahun ini. Proyek ini dilakukan dalam kerja sama dengan Agrinas Pangan Nusantara, yang sebelumnya telah membayarkan uang muka senilai Rp 7,39 triliun dari total pemesanan Rp 24,66 triliun.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa pembayaran tersebut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi akibat sifat khusus dari pemesanan. "Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," tuturnya.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan

Reaksi Negatif terhadap Rencana Impor

Rencana impor pick up dari India ini menuai sorotan negatif dari beberapa pihak. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pentingnya penundaan rencana impor 105.000 mobil dari India, khususnya untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dia menambahkan, penundaan rencana impor ini diharapkan dibahas secara rinci oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke luar negeri. Hal ini menunjukkan adanya kecemasan di antara para legislator mengenai dampak negatif dari impor terhadap industri otomotif lokal.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga menyuarakan keprihatinan tersebut, meminta agar rencana impor dibatalkan. Mereka berpendapat bahwa impor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) akan membahayakan industri otomotif tanah air.

Kepentingan Ekonomi dan Industri Otomotif

Pengusaha dalam sektor otomotif mengekspresikan kekhawatiran bahwa rencana impor kendaraan niaga dalam jumlah besar dapat mematikan industri otomotif dalam negeri. Mereka percaya bahwa hal ini tidak hanya berpotensi menciptakan dampak ekonomi negatif, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan sektor industri lokal.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, menyatakan, "Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga." Pernyataan ini mencerminkan suara dari berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan industri nasional.

Kekhawatiran ini muncul di tengah persaingan global dalam industri otomotif, di mana banyak negara berusaha mendukung produk lokal agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Mendukung Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mahindra Tanggapi Permintaan Penundaan Impor Pick Up Scorpio ke Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!