Inovasi Teknologi AI dalam Deteksi Kanker di Indonesia
Kemutakhiran teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menghadirkan harapan baru dalam deteksi kanker di dunia medis, termasuk di Indonesia.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca meluncurkan solusi inovatif yang dapat mendeteksi kanker payudara dan paru-paru dengan akurasi tinggi.
Kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca menjadi langkah strategis dalam upaya menekan jumlah kasus kanker di Indonesia, terutama jenis kanker payudara dan paru-paru.
Menurut data Global Cancer Observatory (Globocan), pada tahun 2020, kanker payudara menyebabkan lebih dari 22 ribu kematian di Indonesia, menjadikannya salah satu yang paling mematikan.
Dengan memanfaatkan teknologi AI, kedua perusahaan berupaya untuk meningkatkan deteksi dini yang esensial dalam pengobatan kanker.
Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, menekankan, 'Deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan.'
Teknologi AI mendukung proses klasifikasi HER2, yang krusial dalam penentuan jenis pengobatan untuk kanker payudara.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Klasifikasi ini mencakup kategori HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif, yang dapat memberikan informasi penting untuk pengobatan.
Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Jeffry Beta Tenggara, menjelaskan, 'Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu.'
Data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO) menunjukkan bahwa akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara mencapai 92 persen, menunjukkan potensi besar dalam diagnosis.
Selain kanker payudara, AI juga dikembangkan untuk deteksi kanker paru, di mana penyakit ini ditandai dengan nodul pada jaringan paru yang bisa tumbuh tanpa kendali.
Diagnosis kanker paru melibatkan analisis CT scan untuk menemukan nodul tersebut, namun proses ini bisa rumit karena nodul sering kali tersembunyi oleh struktur lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: