Senin, 18 AGUSTUS 2025 • 11:13 WIB

Delapan Bayi Sehat Lahir dari Teknik IVF dengan DNA Tiga Orang

Author

urbanstory.id – Delapan bayi sehat telah lahir di Inggris menggunakan teknik fertilisasi in vitro (IVF) baru yang melibatkan DNA dari tiga orang. Metode inovatif ini memberikan harapan baru bagi keluarga yang memiliki penyakit mitokondria, berdasarkan hasil uji coba pertama di dunia.

Penelitian tersebut, dipublikasikan di New England Journal of Medicine oleh para peneliti dari Newcastle University dan Monash University, menyoroti proses yang tidak hanya inovatif, tetapi juga penuh kontroversi.

Prosedur dan Hasil Uji Coba

Teknik baru ini disetujui di Inggris pada tahun 2015 dan memanfaatkan DNA dari sel telur ibu, sperma ayah, dan sejumlah kecil DNA mitokondria sehat dari sel telur donor. Meskipun istilah ‘bayi tiga orang tua’ sering digunakan untuk menggambarkan ini, hanya sekitar 0,1% DNA bayi berasal dari donor.

Uji coba ini melibatkan 22 perempuan yang menjalani perawatan di Newcastle Fertility Centre di timur laut Inggris, dengan hasil delapan bayi lahir, terdiri dari empat bayi laki-laki dan empat bayi perempuan, berusia antara kurang dari enam bulan hingga lebih dari dua tahun.

Penelitian ini menunjukkan bahwa enam dari delapan bayi mengalami pengurangan signifikan pada jumlah DNA mitokondria yang bermutasi, mencapai 95-100%. Dua bayi lainnya juga menunjukkan pengurangan yang baik, sekitar 77-88%, yang berada di bawah ambang batas yang memicu penyakit.

Kesehatan dan Pemantauan Jangka Panjang

Saat ini, semua anak yang lahir dalam studi ini berada dalam kondisi sehat, namun pemantauan kesehatan jangka panjang akan dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang muncul. Penyakit mitokondria adalah kelainan genetik yang langka dan serius, mempengaruhi satu dari 5.000 kelahiran tanpa adanya obat yang efektif.

Gejala penyakit mitokondria termasuk kehilangan penglihatan dan penyusutan otot, pula mengindikasikan bahwa prosedur baru ini diharapkan bisa memberikan perspektif positif bagi keluarga yang terdampak.

Para ahli memperingatkan pentingnya pengawasan karena meskipun hasil sementara menunjukkan kesuksesan, aspek kesehatan jangka panjang dari bayi masih perlu dipelajari lebih lanjut.

Kontroversi dan Pandangan Masa Depan

Meskipun procedure ini menunjukkan hasil yang positif, belum ada persetujuan di banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Prancis. Banyak pihak mengungkapkan kekhawatiran etis mengenai masalah penghancuran embrio manusia serta kemungkinan munculnya ‘bayi rancangan’.

Di sisi lain, para ahli mencatat bahwa kelebihan yang dapat diperoleh keluarga dengan anak yang menderita penyakit mitokondria sangat signifikan, sehingga pemanfaatan teknik ini bisa menjadi pelopor dalam dunia kedokteran reproduksi dan genetika.

Namun, penting untuk terus mendiskusikan etika dan regulasi yang menyertainya, untuk memastikan bahwa kemajuan ini dapat dimanfaatkan secara baik dan bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU